BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejumlah massa yang teridiri dari gabungan Mahasiswa Melanesia melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (23/9/2019). Adapun aksi ini adalah buntut dari kekecewaan mereka terhadap institusi Polri, lantaran ada anggota polisi di Bandung, Jawa Barat yang diduga memberikan minuman keras (miras) kepada mahasiswa Papua.

Informasi yang dihimpun, pemberian miras sebanyak dua dus tersebut dilakukan oleh oknum polisi ke asrama Papua di Bandung pada Kamis (22/8/2019) . Miras itupun langsung dikembalikan mahasiswa ke oknum polisi tersebut. "Ini perbuatan miris dan sangat disayangkan. Mengapa ada sampai seperti itu? Maksud dan tujuannya apa? kok bisa ada oknum polisi yang memberikan miras ke pada kawan-kawan mahasiswa," tegas Amad, koordinator Gabungan Mahasiswa Melanesia di sela-sela unjuk rasa itu.

Ahmad menduga ada upaya lain dibalik memberikan alkohol terhadap para mahasiswa. Mengingat, alkohol diketahui sebagai minuman memabukkan dan orang yang meminumnya bisa bertindak diluar batas perilaku wajar manusia. "Kami heran baru kali ini pada era Presiden Jokowi dan kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ada anggota Polisi yang memberikan minuman keras terhadap mahasiswa tanpa mengetahui motifnya apa," ucapnya.

Untuk itu, mereka pun mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk segera mengklarifikasi langsung mengapa anggotanya memberi minuman keras kepada mahasiswa Papua. "Apabila Kapolri 1x24 jam tidak klarifikasi hal itu. Maka kami mendesak beliau untuk turun dari jabatannya. Usai aksi hari ini, kami bakal kembali melakukan aksi unjukrasa yang sama di hari Senin 26 Agustus 2019," sebut Ahmad.

Selain itu, Gabungan Mahasiswa Melanesia itu juga mendesak agar Kapolda Jawa Barat dicopot dari jabatannya apabila terbukti anggota Polisi dengan sengaja memberi miras kepada mahasiswa Papua. Gabungan Mahasiswa Melanesia juga mendesak agar Komisi III DPR RI segera mempercepat pemanggilan terhadap Kapolri terkait persoalan rasisme Papua. "Kami heran mengapa terus seperti ini. Masak mahasiswa diberi menimuman keras. bagaimana ini cara kerja kapolda jabar?" pungkasnya.