AKARTA-- Perhelatan musik Boyolali Jazz Festival 2017 sukses digelar selama dua hari, 21-22 Oktober 2017. Hajatan musik berkelas ini menampilkan band legendaris Krakatau Reunion dan sejumlah musisi manca negara.

Krakatau Reunion tampil pada hari ke-2 sekaligus sebagai  grup penutup festival musik yang digelar di Alun-alun Kidul Kota Boyolali tersebut. Hari kedua gelaran jazz ini dimeriahkan sejumlah musisi dari komunitas jazz dan juga manca negara. Mereka diantaranya, Absurdnation, Jazz Mben Senen (Jogja), Sojazz (Solo), dan Everyday (Jogja) serta grup jaz latin asal Austria, Sol Caribe.

Mereka  membuka penampilan lewat lagu Passport yang dilantunkan secara apik oleh Trie Utami, sang vokalis. Penampilan band yang aktif sejak 1985 itu menjadi magnet tersediri dalam perhelatan musik yang digelar Bupati Boyolali Seno Samodro secara gratis itu.

Kehadiran band yang beranggotakan Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra, Budhy Haryono, Indra Lesmana, Gilang Ramadhan dan Trie Utami mendapat sambutan hangat masyarakat Kota Susu itu. Sebab, band ini telah didapuk Sang Bupati sebagai duta Boyolali dalam ajang Pameran Kebudayaan Indonesia di Moskow, Rusia, 2-9 Agustus 2017 lalu.

"Kami telah menjadi ikon Boyolali diawali pada bulan Agustus lalu di Rusia dan pertunjukan pada malam hari ini," kata Dwiki Dharmawan dari atas panggung BoyJazz Festival 2017, pada Minggu (23/10/2017).

\Malam tersebut menjadi malam berkesan bagi Krakatau Reunion karena untuk pertama kalinya sejak didapuk menjadi duta mereka tampil di Kota Boyolali. Selain Passport, tak ketinggalan band ini juga membawakan lagu-lagu hitsnya diantaranya Kemelut, Ironis, Cermin Hati, Aku Kamu Kita, Haiti, Cita Pasti, Seraut Wajah, La Samba Primadona, Kau Datang, Sekitar Kita, dan Gemilang.

Sementara itu gelaran BoyJazz Festival 2017 hari pertama juga tak kalah menarik, sejumlah penampil sukses memukau masyarakat Boyolali. Mereka adalah Jan Korinek Grovw Band Feat Sharon Lewis & Lorenzo Thompson (USA), Gugun Blues Shelter (Jakarta), Tropical Transit (Bali), Tricotado (Komunitas Jazz Jogja), Jazz Ngisor Ringin (Semarang), Alegro Sanapare (Boyolali).

BoyJazz rencananya akan digelar rutin sebagai agenda tahunan oleh Seno Samodro. Bupati yang pernah menjadi wartawan itu berharap kegiatan musik dan budaya tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan.

"Saya bertekad untuk lima tahun kedepan BoyJazz diadakan tiap tahun. Tahun depan kita undang (musisi jazz) dari lima benua," kata Seno ditemui terpisah. [adc