BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin merasa prihatin atas musibah tsunami yang melanda Provinsi Banteng, dan Lampung Sabtu (22/12). Untuk itu, Ma'ruf mengerahkan relawan yang tergabung dalam Relawan Milenial Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Remaja) untuk membantu korban yang terdampak bencana tersebut.

"Hari ini (Remaja) akan melakukan kegiatan kemanusiaan, menolong para korban tsunami di Banten dan di Lampung. Saya merasa prihatin dengan peristiwa ini, karena saya orang Banten, jadi saya merasakan keprihatinan mendalam sekali, apa yg mereka rasakan saya rasalan, mereka merasa susah, saya ikut susah, mereka sedih saya ikut sedih, mereka sakit saya ikut sakit," kata Ma'ruf di kediamannya, Jalan Sitobondo, Menteng, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan berbagai relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf telah dikerahkan untuk mendirikan posko bantuan. Tak hanya itu, ia menyatakan para relawan turut membawa dan menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah krisis terdampak bencana. "Dengan cepat kami mengirim dan mendirikan posko-posko kami di Banten untuk mengambil peran, dan hari ini tenaga yang cukup besar dengan koordinasi Remaja," kata Ma'ruf.

Sementara itu, Koordinator Remaja untuk Bencana Banten, Gatra Putra mengatakan pihaknya turut membawa sejumlah bantuan logistik dalam satu unit truk. Rinciannya, 100 terpal, empat terpal posko utama, 1.000 sarung, 50 selimut serta berbagai bahan makanan.

"Ada biskuit 200 karton, air mineral 500 karton, energen 100 karton, mi instan 100 karton, kopi 100 karton, dan biskuit 200 karton," ungkapnya. Selain itu, Garda mengaku beberapa personel Remaja sudah lebih dulu berangkat dan membangun posko diberbagai tempat terdampak bencana. Ti itu terdiri dari lima orang tim dokter, 15 orang tim pencinta alam untuk evakuasi dan delapan pengurus Remaja.

Longsor Anak Krakatau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tsunami Selat Sunda dikarenakan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan hal itu diperoleh dari analisi bersama BMKG dengan sejumlah lembaga lain. Dia menuturkan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan longsor bawah tanah laut. "Dan akhirnya menimbulkan tsunami," kata dia dalam jumpa pers di Jakarta.

Dwikorita menegaskan tsunami Selat Sunda memang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Senin dini hari berada pada Waspada (Level II) dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius dua kilometer dari kawah.