BREAKINGNEWSW.CO.ID-Piala Dunia 2018 menyisakan dua pertandingan lagi, yakni playoff penentuan peringkat ketiga antara Inggris dan Belgia dan duel perebutan gelar antara Prancis vs Kroasia. Dari empat tim dan dua laga yang tersisa, akan juga dipastikan siapa pemain terbaik, pencetak gol terbanyak dan kiper terbaik.

Kecuali untuk penentuan pencetak gol terbanyak, penunjukkan pemain terbaik dan kiper terbaik mungkin saja melalui perdebatan. Untuk pencetak gol terbanyak sendiri, kapten timnas Inggris Harry Kane masih menjadi kandidat utama dengan torehan enam golnya. Kane berpeluang untuk menambah koleksi golnya mengingat dia masih akan memimpin rekan-rekannya untuk playoff melawan Belgia, Sabtu (145/7/2018) malam besok di Saint Petersburg Stadium. Bomber Belgia, Romelu Lukaku, bisa saja menyalip Kane seandainya mencetak banyak gol pada pertandingan penentuan peringkat 3-4 itu. Saat ini Lukaku membayangi Kane dengan raihan empat gol.

Untuk kiper terbaik, Denijel Subasic (Kroasia), Hugo Lloris (Prancis), Jordan Pickford (Inggris) dan Thibaut Courtois (Belgia) berturut-turut menjadi nominator terkuat. Penampilan heroik Subasic saat mengawal gawangnya dari gempuran Harry Kane dkk dari Inggris di babak semifinal semakin mengokohkan posisinya di urutan teratas nominasi kiper terbaik. Penampilan gemilang Subasic menjadi salah satu kunci kemenangan 2-1 Kroasia atas Inggris di semifinal tersebut.

Lolosnya Kroasia ke babak final Piala Dunia 2018 membawa banyak 'berkah' pada negara berpenduduk 4 juta jiwa itu. Kroasia menjadi negara pertama berpenduduk terendah yang sukses menerjang babak final Piala Dunia. Dari 4 juta penduduk itu, 800 di antaranya adalah pesepak bola profesional. Dengan dukungan hanya 4 juta penduduk dan 800 pesepak bola profesional, maka sukses Kroasia berlaga di final Piala Dunia 2018 sangat fenomenal!

Dua faktor tersebut tampaknya mempengaruhi aspek pemilihan pemain terbaik untuk nantinya menjadi kandidat utama untuk meraih Ballon D'Or. Dan, figur yang mewakili Kroasia untuk memperoleh penghargaan tersebut adalah Luka Modric, kapten timnya. Apapun yang terjadi di laga final, apapun hasilnya, pemain terbaik layak diberikan kepada Luka Modric. Peranan Modric dalam membawa timnya lolos ke final dinilai luar biasa.

Peraihan pemain terbaik untuk Luka Modric di Piala Dunia 2018 ini sekaligus mengakhiri era Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Lionel Messi (Argentina) yang mendominasi anugerah pemain terbaik dalam satu dekade terakhir. Ronaldo dan Messi benar-benar tampil spektakuler dalam satu dekade terakhir. Mereka berdua bergantian memenangi trofi tanda sebagai pemain terbaik dunia.

Untuk tahun ini, ada gelaran Piala Dunia yang bisa jadi salah satu barometer dan tolok ukur kriteria pemain terbaik untuk para pemegang suara dalam proses voting nanti. Kebetulan, Ronaldo dan Messi sudah tersingkir dari Piala Dunia 2018 sehingga mereka tak punya kesempatan lagi untuk beraksi. Berbeda dengan Luka Modric.

Namun yang patut diingat, dalam dua gelaran Piala Dunia terakhir, pemenang Ballon d'Or tetaplah Ronaldo dan Messi meski mereka tidak mampu mengantar negaranya jadi juara Piala Dunia.

Pada tahun 2014, Cristiano Ronaldo jadi pemenang Ballon d'Or. Saat itu kiper timnas Jerman yang jadi juara Piala Dunia, Manuel Neuer hanya duduk di posisi ketiga.

Tradisi pemenang Ballon d'Or adalah pemain dari negara juara Piala Dunia sendiri terakhir kali terjadi pada 2006. Saat itu bek Italia Fabio Cannavaro memenangi Ballon d'Or, mengikuti jejak Ronaldo dari Brasil (2002) dan bintang Prancis, Zinedine Zidane (1998). Jika Modric sukses mengantar timnya menjuarai Piala Dunia, dia bergabung dengan grup elit yang terdiri dari delapan pemain yang telah melakukannya bersama klub dan timnas. Modric ikut berperan dalam sukses Real Madrid menjuarai Piala Champions dan Piala Dunia Antar-klub. Real Madrid sendiri memenangi Piala Champions 2017-2018 setelah mengalahkan Liverpool di final. Real Madrid menjadi klub pertama yang berhasil memenangi Piala Champions tiga kali berturut-turut, dan Luka Modric terus bermain pada tiga kali final Piala Champions tersebut bersama Real Madrid.

Pada tahun 1974 Sepp Maier, Paul Breitner, Hans-Georg Schwarzenbeck, Franz Beckenbauer, Gerd Muller dan Uli Hoeness menang bersama Jerman Barat setelah melakukannya dengan Bayern Munich. Pada 1998, Christian Karembeu sukses bersama Real Madrid dan Prancis, dan pada 2002 Roberto Carlos melakukannya bersama Brasil dan Real Madrid.

Peraih Ballon D'Or 2007-2017:

2007 - Kaka

2008 - Cristiano Ronaldo

2009 - Lionel Messi

2010 - Lionel Messi

2011 - Lionel Messi

2012 - Lionel Messi

2013 - Cristiano Ronaldo

2014 - Cristiano Ronaldo

2015 - Lionel Messi

2016 - Cristiano Ronaldo

2017 - Cristiano Ronaldo.