BREAKINGNEWS.CO.ID - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bekerjasama dengan aktivis lintas generasi dari berbagai latar belakang menggelar "Liga Catur LPI 2019" atau "LPI Chess Cup 2019" di Ammarin, Restaurant, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/19). Liga catur ini juga melibatkan para tim sukses dari kedua kubu calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019.
 
Direktur Eksekutif LPI, Boni Hargens mengatakan, turnamen catur lintas Tim Sukses para Capres ini untuk merespons keadaan politik yang mulai cukup menegangkan, perbedaan pilihan yang agak meresahkan karena muncul banyak hoaks, fitnah dan rasa persaudaraan mulai longgar. 
 
"Ini kami mengusung catur karena memang catur ini punya filosofi 'Gens Una Sumus' kita adalah satu keluarga, kita adalah satu komunitas," kata Boni.
 
Menurut Boni, catur adalah salah satu permainan yang mengusung akal sehat, nilai sportivitas dan juga integritas. Karenanya, pihaknya ingin mengajak semua aktivis, para tim sukses untuk kembali ke meja catur mengambil filosofi catur agar proses politik menuju Pemilu 2019 betul-betul mengusung akal sehat menjaga persaudaraan, kekeluargaan, dan dilaksanakan dengan sportif.
 
"Saya kira itu poin terbesarnya. Sehingga apapun perbedaan politiknya, kita semua tetap satu keluarga besar Indonesia. Jadi, catur ini mempunyai filosofi yang kuat dan semoga para pelaku politik juga mengambil filosofi catur ini, sehingga perbedaan politik tidak menjadi peluang konflik," terangnya.
 
Dikatakan Boni, para peserta turnamen inj sebagian adalah pemain catur yang memang resmi dari Percasi. Selain itu, ada juga kelompok aktivis yang secara politik terbelah dua, sebagian pendukung Prabowo Subianto, dan sebagian pendukung Joko Widodo. 
 
"Jadi sekali lagi, kita ingin memperlihatkan kepada publik, bahwa pemilu adalah proses menentukan pilihan secara bebas, maka tidak akan mengubah hakikatnya kita sebagai satu keluarga NKRI, satu keluarga sebagai bangsa, sebagai Indonesia. Saya kira itu supaya persaudaraan ini tetap terjaga," kata Boni.
 
"Kami yakin, di akar rumput masyarakat yang juga terbiasa dengan catur mengerti betul, apa artinya persaudaraan ini. Sehingga kami ingin mengangkat nilai-nilai akar rumput ini ke tataran elite, bahwa proses politik adalah proses catur dimana kita harus fair, harus sportif, tapi juga tetap sebagai saudara," tambahnya.
 
Bagaimanapun, kata Boni, di atas segalanya, masa depan NKRI dan ketahanan Pancasila adalah tanggung jawab setiap anak bangsa.
 
"Siapapun yang menang atau kalah dalam pemilu, kita tetap di sini dengan catur yang sama, sebagai satu keluarga, keluarga besar Indonesia," pungkasnya.