BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Ducati Team yang pada musim depan akan membalap untuk tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo sangat menyayangkan keputusan Dani Pedrosa yang lebih memilih untuk mengantung helm (pensiun) dari MotoGP, daripada menerima tawaran Yamaha untuk memperkuat tim satelit pabikan asal Jepang tersebut untuk musim balapan 2019 mendatang.

Sebagai mantan pembalap yang pernah membela Yamaha selama sembilan musim beruntun sejak 2008 hingga 2016, Lorenzo tentu mengetahui secara detail kekuatan kuda besi pacuan YZR-M1 milik tim berlogo garputala tersebut. Oleh karena itu Lorenzo sangat yakin apabila Pedrosa mau menerima pinangan Yamaha, maka pembalap bernomor star 26 itu akan tampil geram bersama YZR-M1 dan menjadi ancaman serius untuk para rivalnya. Mengingat karakter M1 sangat cocok dengan gaya balap Pedrosa.

"Tak diragukan lagi, seperti orang lain, saya juga sangat tertarik melihat apa yang bisa Dani lakukan di atas motor berbeda. Yamaha bisa jadi motor yang baik baginya, karena ia pembalap yang sangat hebat, sangat teknis dan sensitif, dan Yamaha motor yang sangat 'jinak'. Saya yakin ia bisa tampil baik di Yamaha," ujar Lorenzo, seperti yang dikutip dari Marca.

Di sisi lain, Lorenzo yakin Pedrosa harus berbangga diri atas prestasi gemilangnya di Grand Prix, meski tak pernah merebut gelar dunia di kelas tertinggi. Pedrosa yang memiliki tinggi tubuh 158 cm dan berat badan 51 kg, diyakini Lorenzo sangat spesial karena telah menggores sejarah.

"Gelar MotoGP bisa jadi prestasi terbaiknya, tapi hanya 1% pembalap di dunia ini yang bisa merebut gelar, dan ia sudah punya tiga. Tak diragukan lagi, ia layak jadi juara MotoGP. Sayangnya, kondisi fisiknya menghambat, terutama di MotoGP. Tapi ia harus berbangga diri dan bahagia atas apa yang sudah ia lakukan sepanjang karirnya," papar Lorenzo.

Pedrosa yang menjalani debut Grand Prix di kelas 125cc pada 2001, hingga kini tak pernah membela pabrikan selain Honda. Sejak naik ke MotoGP pada 2006 ia juga tak pernah bernaung di tim selain Repsol Honda.