Jakarta – Pebalap Ducati Team, Jorge Lorenzo mengaku tak mempermasalahkan jika harus mengalami penurunan gaji pada kontrak baru yang saat ini tengah digodok oleh Ducati untuk musim 2019. Pebalap asal Spanyol menilai bahwa hal tersebut sangat wajar, mengingat prestasinya bersama tim asal Italia itu belum membuahkan hasil sesuai harapan dalam kurun waktu setahun belakangan ini.

Lorenzo yang sukses merebut tiga gelar bersama Yamaha, bergabung dengan Ducati sejak 2017 dan dikabarkan mendapat gaji 12,5 juta euro per musim. Sayang, sejak itu ia mengalami paceklik kemenangan dan baru merebut tiga podium. Meski begitu, ia tak cemas soal penilaian orang terhadapnya, mengingat ia masih merupakan salah satu pebalap paling berprestasi di MotoGP.

"Saya paham benar bahwa 'nilai' saya saat ini lebih rendah dibanding dua tahun lalu, tapi semua orang juga tahu apa yang bisa saya lakukan bila nyaman mengendarai motor. Dalam beberapa tahun terakhir, terbukti hanya ada dua rider yang mampu menghadirkan perbedaan, salah satunya adalah Marc Marquez," tuturnya dikutip Marca.

"Marc sukses meraih empat gelar dalam lima tahun terakhir. Tapi sejak kemunculannya di MotoGP, saya satu-satunya pebalap yang mampu meraih gelar dunia. Di lain sisi, saat ini kombinasi Lorenzo-Ducati masih belum benar-benar cocok. Kami sudah mulai melihat titik terang, namun belum sekuat kombinasi yang dulu (Lorenzo-Yamaha), dan ini juga fakta," ungkapnya.

Belakangan Lorenzo dikabarkan tengah didekati oleh Suzuki Ecstar, yang diketahui sulit meraih hasil baik lewat pebalap utamanya, Andrea Iannone. Por Fuera pun mengaku prioritasnya adalah membela Ducati selama mungkin, namun tak menutup peluang untuk pindah tim di masa depan.

"Saya akan berusaha sebaik mungkin dan melakukan segalanya agar tampil baik bersama Ducati, melanjutkan kerja sama bertahun-tahun bersama mereka, dan pensiun bersama mereka. Tapi kedua belah pihak harus bekerja sama dengan nyaman dan mulai meraih hasil baik. Jika tidak, kami tak akan lanjut," tutupnya.