BREAKINGNEWS.CO.ID – Tidak kurang dari delapan rumah penduduk hancur terkena longsoran tanah yang menimpa tiga dusun di Kabupen Mamasa, Sulawesi Barat, Sabtu (17/11/2018).  Longsor dan bencana yang terjadi, menyusul gempa yang melanda beberapa hari lalu. Namun, karena sulitnya medan serta jauhnya letak dusun Sareppe, Lalangpeu, dan  Desa Aralle Timur, Kecamatan Buntu Malangka propinsi tersebut, membuat informasi terjadinya bencana terlambat diketahui.

Saat ini, selain pemilih rumah yang terkena, puluhan kepala keluarga yang selamat dari bencana tersebut mengungsi lokasi dan kediaman penduduk yang aman dari longsor susulan.

Bencana longsor di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, ini terjadi sekitar pukul 2.30 Wita, beberapa saat setelah gempa guncang Mamasa. Sebanyak 8 rumah warga hancur tertimbun longsor. Selain itu, dua rumah warga lainnya dan sebuah rumah ibadah juga mengalami rusak berat.

Material longsor yang terdiri dari bebatuan dan batang pohon besar menyulitkan proses evakuasi secara manual. Hingga kini, belum ada alat berat yang dikerahkan pemerintah ke lokasi longsor karena medannya memang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan.

Jalur ini baru terbuka dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, setelah warga secara bergotong-royong membersihkan material longsor seperti kayu dan bebatuan yang bisa disingkirkan.

Kepala Desa Aralle Timur, Nirman Dolangi mengatakan,  seperti dikutip dari laman kompas.com, dusun Sareppe dan Lalangpeu dihuni 78 kepala keluarga. Sesaat sebelum longsor sebanyak tiga kali berturut-turut, sempat terdengar suara gemuruh dari atas tebing. Beruntung saat kejadian, warga masih sempat berlarian keluar rumah ketika material longsor pertama mulai menghantam dinding dan atap rumah mereka hingga menimbulkan suara gemuruh.

Tokoh masyaraat setempat juga sempat mengimbau warga agar segera mengungsi keluar rumah. Baru sekitar 10 menit setelah pengumuman disampaikan melalui pengeras suara di masjid, longsor kembali terjadi dan menimbun delapan rumah warga. “Sebelum longsor susulan yang lebih besar, warga sempat mengumumkan di masjid agar mengungsi ke luar rumah setelah longsor pertama sempat menghantam dinding dan atap rumah hingga menimbulkan suara gemrurh. Beruntung saat warga dan anak-anak mereka sudah di luar rumah, baru longsor susulan yang besar terjadi,” jelas Nirman.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Mamasa Pasamboan, Pangloli mengatakan, pihaknya telah meminta warga desa untuk mengungsi sementara ke tempat aman dari longsor susulan. Pihak pemerintah juga telah menyerahkan bantuan logistik berupa tenda, beras dan kebutuhan makanan lainnya untuk para korban. “Pemerintah telah mengimbau warga agar mengungsi sementara dari rumahnya karena rawan longsor. BPBD juga telah menyalurkan bantuan makanan, termasuk tenda darurat meski imformasi bencana ini baru diterima beberapa hari kemudian karena soal akses jalan dan sarana komunikasi yang tidak memadai,” jelas Pasamboan, Sabtu (17/11/2018).