BREAKINGNEWS.CO.ID - Peristiwa bencana alam gempa bumi kembali melanda masyarakat di Pulau Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa dengan kekuatan 4,2 skala Richter (SR) terjadi pada Minggu (23/9/2018) dini hari. Hal ini diketahui melalui akun Twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 13 km. Gempa itu berjarak sekira 21 km barat laut Pulau Panjang. Getaran terasa di Lombok Utara.

"Pusat gempa berada di laut 21 km barat laut P Panjang," tulis BMKG dalam situs resminya.

Pusat gempa yang terjadi pada 00.43 WIB itu berada di titik koordinat 8,34 Lintang Selatan (LS) dan 116,74 Bujur Timur (BT). “#Gempa Mag:4.2, 23-Sep-18 00:43:23 WIB, Lok:8.34 LS, 116.74 BT (Pusat gempa berada di laut 21 km Barat Laut P Panjang), Kedlmn:13 Km Dirasakan (MMI) III Lombok Utara #BMKG,” tulis @infoBMKG.

 

Episenter gempa terletak pada koordinat 8.34 LS dan 116.74 BT atau tepatnya pada jarak 21 km Barat Laut P. Panjang NTB pada kedalaman 13 km.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Lombok Utara II SIG-BMKG (III MMI). Dilihat dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif, hasil interaksi sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Trust).

Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Selain itu, pada pukul 03.06 Wita, gempa bumi juga mengguncang NTT.

Gempa ini berkekuatan 3.1 SR yang berlokasi di 9.33 LS, 118.67 BT pada jarak 57 km Barat Laut Sumba Barat Daya-NTT. Gempa mempunyai kedalaman 13 kilometer.

BMKG setempat juga mencatat selama sebulan terakhir terjadi gempa bumi di sejumlah wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai saat ini gempa bumi yang terasa masyarakat tercatat ada 125 kali.