BREAKINGNEWS.CO.ID – Dua tim Formula 1, McLaren dan Renault terpaksa melanggar aturan jam malam di Suzuka setelah masalah pengiriman oli BP/Castrol dari Eropa yang datang terlambat akibat cuaca buruk.

Amukan Badai Taifun Jebi yang menerjang pada awal September lalu memaksa bandara Osaka harus beberapa kali berhenti beroperasi. Akibatnya sejumlah kargo dialihkan ke Tokyo dan hal tersebut ikut memperlama proses bea cukai. Alasan inilah yang membuat McLaren dan Renault meminta dispensasi kepada FIA.

Di antara kargo yang tertahan tersebut terdapat muatan oli dan cairan hidrolik yang dibutuhkan Renault dan McLaren untuk menjalankan mobil-mobil mereka di Suzuka. Akibatnya kedua tim tidak bisa melakukan sejumlah prosedur persiapan seperti penyalaan mesin pada Kamis (4/10/2018).

Sementara tim pelanggan Renault lainnya, Red Bull, tidak terkena dampak karena skuat minuman berenergi tersebut menggunakan pasokan dari Exxon/Mobil.
Panitia F1 yang mengatur logistis akhirnya mampu mendatangkan barang-barang yang diperlukan ke Suzuka pada malam harinya. McLaren dan Renault langsung mengirimkan para mekanik mereka untuk mempersiapkan mobil lebih awal dari jadwal biasanya. Kedua tim tersebut pun terpaksa melanggar aturan jam malam yang baru berakhir pada pukul 7 pagi.

Dalam satu musim, setiap tim diizinkan melanggar aturan jam malam sebanyak dua kali tanpa hukuman. Bagi Renault ini adalah yang pertama kalinya, sementara bagi McLaren ini adalah yang kedua. Namun kedua tim tetap meminta FIA untuk menganggap hal ini sebagai force majeure agar pelanggaran mereka tidak dihitung.

Seri balapan Formula 1 GP Jepang 2018 telah mulai digelar pada Jumat (5/10) yang ditandai dengan dimulainya dua sesi latihan bebas yang berlangsung di sirkuit Suzuka. Dalam dua sesi latihan bebas tersebut, Lewis Hamilton dan sang tandemnya Veltteri Bottas keluar sebagai yang tercepat. Sesi latihan bebas ketiga akan dilanjutkan pada Sabtu (6/10) besok.