BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemesanan 222 unit pesawat Boeing 737 Max 8 oleh Lion Air kepada pabrikan pesawat itu kemungkinan akan mengalami perubahan. Pasalnya, sebagai salah satu pembeli terbanyak, maskapai  dalam negeri tersebut akan menegosiasi ulang pemesanan tipe pesawat yang berlangsung hingga tahun 2035.

“Kami pasti akan diskusi sekaligus melakukan negosiasi dengan mereka,”kata Managing Director Lion Air Group Daniel Putut  di Jakarta, Selasa (13/3/2019).

Bentuk negosiasi ulang tersebut bisa macam—macam, salah satunya adalah dengan menukar tipe pesawat dengan unit lain. Hanya saja, kedua belah pihak belum mendapat kata sepakat. “Belum sampai kami setuju dan mereka setuju” katanya.

Daniel menjelaskan Lion membenamkan dana investasi  cukup besar dalam pemesanan 222 pesawat Boeing 737 Max 8,9, dan 10 tersebut senilai 10 miliar dolar AS.

 “Sementara 22 miliar dolar. Itu nilai yg di-suspend. Kami sedang diskusi dengan Boeing meneruskan atau tidak. Tim kami dan tim Boeing sedang duduk,” katanya.

Dikatakannya juga penundaan pengoperasian serta penundaan kedatangan beberapa unit pesawat yang sama pada Mei mendatang tersebut tidak menganggu operasional Lion Air karena sedang musim sepi. “Sekarang sedang ‘low season’, jadi banyak kebetulan kami ada pesawat jenis lain, jadi tujuan internasional bisa diganti dengan pesawat stand by. Jadi tidak  terlalu banyak berdampak ke operasional,” katanya.

Ia menyebutkan, Boeing 737 Max 8  paling banyak digunakan untuk  penerbangan ke Cina serta bagi jamaah umrah.

Dengan penundaan itu, maka penerbangan untuk layanan umrah sementara waktu diganti dengan AirBus,”Pesawat berbeadan lebar akan menggantikan penerbangan ke Timteng itu”.

Sebelumnya,  maskapai milik Rusdi Kirana ini telah menunda  kedatangan empat unit pesawat Boeing 737 Max 8 untuk tahun ini yanv direncankan akan datang pada Mei mendatang. “Sehabis kejadian JT 610 itu kami sudah diskusi dengan Boeing untuk sementara tunda dulu. Bulan April ini seharusnya mau datang, tapi kami tidak mau, sementara hold dulu,”

Selain menghentikan sementara penerbangan Boeing 737 Max 8 sesuai dengan surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Daniel mengatakan pihaknya juga melakukan inspeksi internal terhadap seluruh unit pesawat tersebut.

“Kami kan memang grounded sendiri, inspeksi sendiri terhadap pesawat kami," ujarnya.

Ia mengatakan penundaan pengoperasian dan kedatangan pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut tidak akan menganggu operasional Lion Air karena sedang dalam musim sepi.