BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengprov PGSI Jawa Timur memberangkatkan lima atlet gulat putra untuk mengikuti Turnamen Gulat Internasional U-23 dan senior di Bulgaria, 6 Februari-3 Maret 2019. Dari kategori U-23, PGSI Jawa Timur akan menurunkan dua atlet gaya grego yakni Lulut Gilang Saputra di kelas 82 kg, dan Supriono di kelas 77 kg. Keduanya juga akan kembali tampil pada kategori senior bersama tiga rekan lainnya yakni Hasan Sidik, Arif Suro Dinoyo, dan Agus Fajar.

Pelatih Gulat Jawa Timur, Fathur Rahman mengatakan, turnamen untuk kategori U-23 akan digelar pada 7-10 Februari. Sedangkan untuk kategori senior dimulai pada 28 Februari-3 Maret 2019. "Untuk saat ini kami masih menunggu penyeleseaian visa. Tanggal 5 Februari mungkin kami sudah berangkat dan tanggal 6 Februarinya ada technical meeting setelah itu baru dimulai turnamen untuk U-23," kata Fathur Rahman kepada Breakingnews.co.id, Rabu (30/1/2019).

Fathur Rahman menambahkan, selama di Bulgaria, para atlet tersebut tak hanya mengikuti turnamen. Para atlet nantinya juga akan mengikuti pemusatan latihan selama 20 hari bersama seluruh kontingan yang tampil di turnamen edisi ke-57 itu. "Jadi untuk turnamen yang kedua (senior) pada tanggal 28 Februari-3 Maret 2019 para atlet diharuskan melakukan training camp dahulu. Semua atlet dari seluruh kontingan juga ikut dalam training camp itu. Istilahnya, pemusatan latihan bersama," ucap pelatih Timnas Gulat Indonesia di Asian Games 2018 itu.

Kelima atlet gulat ini diharapkan dapat menambah jam terbang selama di Bulgaria 

Lebih lanjut, Fathur Rahman berharap sekembalinya para atlet mengikuti pemusatan latihan dan turnamen di Bulgaria ini semakin menambah jam terbang para atletnya. Sebab, ia mengakui, kelima pegulat tersebut memiliki teknik yang bagus, namun masih kurang pengalaman.

"Setelah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2018 kemarin kami telah melakukan evaluasi dan pembenahan. Jadi, keberangkatan ke Bulgaria untuk melihat sejauh mana perkembangan mereka. Semoga, kami mendapatkan ilmu yang jauh lebih banyak lagi. Pengalama juga yang penting, karena kami selama ini memiliki teknik yang bagus tapi jam terbangnya kurang,' ucapnya.

Di sisi lain, Turnamen Gulat Internasional U-23 dan senior di Bulgaria, 6 Februari-3 Maret 2019, akan diikuti oleh sejumlah negara unggulan seperti tuan rumah Bulgaria, Iran, Cina, Vietnam, Kyrgyzstan, dan lainnya. Selain itu. Terkait Bulgaria, sebelum atlet gulat Jawa Timur, Timnas Gulat Indonesia Asian Games juga sempat melakukan pemusatan latihan selama 90 hari di sana.

Mereka akan bersaing dengan pegulat dari top asal Mongolia, Iran, Cina, dan Bulgaria


Geliat Gulat di Jatim

Jawa Timur belakangan ini menjelma sebagai daerah penghasil pegulat muda berbakat. Buktinya, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Desember 2018, Jatim berhasil mendulang medali terbanyak. Yakni, 9 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Mereka mengalahkan daerah unggulan seperti Kalimantan Timur yang mendapatkan 8 emas, 3 perak, dan enam perunggu.

Selanjutnya, kontingen Jabar bercokol di peringkat ketiga dengan torehan 2 emas, 4 perak dan 6 perunggu. Untuk peringkat keempat ditempati Kalsel dengan raihan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.