JAKARTA - Dalam rangka melestarikan budaya Betawi,  11 November mendatang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan melakukan perhelatan tari ondel-ondel kolosal. Ditargetkan sekitar 40 ribu penari terlibat dalam event yang dilaksanakan di Monas ini. 

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,  Tinia Budiati, peserta selain PNS juga pegawai entitas bisnis di dunia pariwisata.  Baik itu pegawai restoran, hotel maupun tempat hiburan di Jakarta. "Kita ingin berbuat demi kelanggengan budaya betawi. Jika daerah lain memiliki tarian masing-masing, kita juga punya. Insya Allah akan diikuti ribuan peserta," jelas Tinia, seraya menambahkan, saat ini penari yang dimaksud sedang aktif melakukan latihan.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tony Bako, menambahkan bahwa pihaknya sudah membuat instruksi agar semua industri mengirim wakil dalam event yang baru pertama kali digagas ini. 

Respon pengusaha cukup bagus. Mereka berjanji akan menyertakan pegawai yang ada dalam kegiatan ini. "Responnya bagus. Komitmen untuk ikut lumayan, sehingga kuota 40 ribu itu mungkin paling tidak setengahnya terpenuhi," jelas Tony.

Ditambahkannha, sudah satu bulan terakhir ini pihaknya bersurat sekaligus mengumpulkan pengusaha di kantornya. Mereka diminta secara swadaya menginstruksikan karyawan yang ada berlatih tari ondel-ondel. Masing-masing jumlahnya bervariasi. 

Semakin banyak semakin bagus. "Kami berterima kasih atas kesediaan mereka. Yang penting jangan sampai mengganggu aktifitas pekerjaan mereka," tambah Tony seusai bertemu perwakilan pengusaha hotel belum lama ini.

Sementara itu beberapa pengusaha hiburan yang ditemui terpisah menyatakan menyambut antusias kegiatan ini. Mereka berharap melalui event yang baru pertama kali dilaksanakan ini akan menarik minat wisatawan datang. 

"Jujur aja dunia hiburan saat ini ada kelesuan. Makanya saya siap mengirimkan pegawai untuk ikut dengan harapan dunia hiburan akan menggeliat lagi krn turis datang," kata Yogie, wakil sebuah tempat hiburan di bilangan Jakarta Pusat.

Tari ondel-ondel ini sendiri berlangsung singkat tak sampai 15 menit. Koreografer melakukan modifikasi sehingga gerakan-gerakannya tidak rumit tapi tetap enak dilihat. Pakaian yg dikenakan juga praktis, sehingga lincah jika dipakai untuk menari. "Ini beda dengan tari ondel-ondel lainnya. Kita buat simpel tanpa harus menghilangkan ciri khas betawinya. Ondel-ondelnya tidak seram tapi enak dilihat,"  jelas Tinia.