BREAKINGNEWS.CO.ID - Dua orang sahabat keturunan Arab Saudi yaitu Hamzah Jamal Bahanan dan Muhammad Ahmad Balbaid menghadirkan kafe dan restoran baru dengan konsep milenial yang menyediakan hidangan berbeda di kawasan Jakarta Selatan. Menu khas kambing dengan sajian beragam pun menjadi andalan kafe tersebut.

Bersahabat sejak kecil, Muhammad Ahmad Balbaid yang memiliki latar belakang di bidang politik yang saat ini tergabung dalam anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI, sedangkan Hamzah berlatar belakang di bidang properti , akhirnya memutuskan untuk berbisnis bersama di bidang kuliner dengan membuka kafe dan restoran yang diberi label "Lekker Djakarta". 

M.A Balbaid mengatakan, kata lekker dalam Bahasa Inggris berarti yummy sehingga jika dalam Bahasa Indonesia memiliki arti enak.

Di Lekker Djakarta tidak hanya coffee shop yang menjual kopi dan appetizer saja melainkan juga menyediakan makanan main course dengan konsep menu western maupun Nusantara. Uniknya, restoran ini memiliki menu khas yakni olahan daging kambing.

"Jadi yang benar-benar membedakan kita sama tempat-tempat lain itu adalah kita punya daging kambing di sini, jualan nasi kambing dan steak kambing," jelas Hamzah saat pembukaan Lekker Djakarta di Jalan Pakubuwono VI Nomor 26 D, Kebayoran Baru, Sabtu (29/2/2020). 

Hamzah mengatakan, menu daging kambing yang disediakan merupakan resep rahasia dari sang ibu. Dengan tujuan mendobrak paradigma bahwa sajian kambing biasanya berbau, keras bahkan berlemak tinggi.

"Iya brand image-nya kan seperti itulah di Indonesia. Nah, saya angkat di sini bahwa seandainya ayo datang ke tempat gue, gue punya menu kambing nih, enak enggak bau, enggak keras, empuk bahkan enak. Saya ingin merubah brand image itu," tuturnya.

Menunya sendiri mulai seperti nasi goreng kambing, lime kampung, dan honey lemon. Lime kampung merupakan bumbu berpaduan kecap dengan cabai sedangkan honey lemon perpaduan dengan madu. Termasuk dari segi minuman, Lekker Djakarta menyediakan sajian berbeda yakni dengan lebih meminimalisir kadar gula.

"Orang dulu kan kalau minum pakai gula putih, mulai saat ini lebih ke gula aren atau brown sugar, dan minuman tersebut kami lebih berpaduan dengan madu. Jadi memang mengurangi banget gula tapi kalau customer minta gula ya kami sediakan," jelas Hamzah. 

Dengan arsitektur industrial, Lekker Djakarta menyediakan harga medium yang menyasar kaum milenial dan komunitas. Ditunjang lokasinya yang berdekatan dengan kampus dan kawasan car free day (CFD).

Pembangunan bisnis Lekker Djakarta sendiri dimulai dengan modal 1,5 miliar rupiah. Di mana dalam satu hari ditargetkan mendapatkan pemasukan 10 juta rupiah sehingga dalam sebulan bisa dapat untung kotor sekitar 300 juta rupiah. Sementara untung bersihnya sekitar 150 juta rupiah per bulan, jika dikalikan satu tahun maka diperoleh 1,75 miliar rupiah. 

Balbaid pun meyakini target tersebut bisa tercapai. Terlebih dengan pengunjung yang semakin bertambah setiap harinya, mereka berdua berencana akan membuka cabang Lekker di Bogor, Jawa Barat.

Muhammad Ahmad Balbaid menambahkan, Lekker Djakarta juga akan menyediakan ruang diskusi bagi kaum milenial. Terlebih, dengan latar belakangnya aktif di AMPG akan mengajak komunitas-komunitas di sekitar. "Rencananya kami akan buka ruang diskusi, mulai bulan depan setiap hari Sabtu dimulai jam 14 siang," bebernya. 

Pembukaan Lekker Djakarta dilakukan dengan menggunting pita yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, anggota Komisi IV DPR, Robert Kardinal, Ketua AMPG, Rob Clinton Kardinal, dan anggota DPRD DKI, Dimaz Nazar Raditya Soesatyo. 

"Jadi saya menyambut baik anak-anak muda ini mau berbisnis. Mulai usaha, buka lapangan kerja memberikan kontribusi bagi negara di tengah makin sulitnya pertumbuhan ekonomi industri. Ini membuka restoran patut dicontoh oleh anak muda lainnya," jelas Bambang Soesatyo yang juga politisi Partai Golkar.