BREAKINGNEWS.CO.ID – Legenda sepak bola Timnas Jerman, Dietmar Hamann menilai sosok mantan pengawa Der Panzer, Philipp Lahm sudah kurang ajar pada sang pelatih, Joachim Low di Piala Dunia 2018. Ia bahkan menduga sang pemain punya niat terselubung melalui kata-kata yang sudah ia sampaikan.

Dietmar Hamann kecam komentar Philipp Lahm soal kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 Rusia. Hamann menilai Lahm tidak hormat dan telah dengan lancang menghhina otoritas Joachim Low. Lahm sendiri sebelumnya sempat berkomentar bahwa Low seharusnya bisa menciptakan budaya yang lebih ketat dan membuat keputusan yang lebih jelas. Lahm juga dengan kritis meminta agar Low menjadi pemimpin yang lebih ketat lagi.

Lahm bahkan nekat menyebut Loew harus mengubah gaya kepemimpinan kolegial beberapa tahun terakhir ini kalau ia ingin meraih kesuksesan lebih baik lagi. Namun Hamann tak setuju dan menilai motif Lahm sama sekali tidak jelas apa maunya.

Joachim Low dan Philipp Lahm 

Menurut Hamann, Lahm malah menodai etika dan singgung otoritas pelatih yang seharusnya ia hormati. Bagi Hamann komentar seperti itu tak pantas dilakukan oleh mantan pemain yang bahkan sudah pernah meraih kesuksesan bersama Low. “Dia (Lahm) mengatakan padanya (Low) apa yang harus dilakukan, saya menganggapnya malah sangat tidak respek dan sangat lancang sekali,” cecar Hamann dengan emosi.

“Menurut saya keputusan itu sangat tidak sopan. Sementara satu sisi, karena pelatih timnas ini (Low) mungkin akan jadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah DFB, sementara di sisi lain, dia adalah seseorang yang menempatkan Philipp Lahm di lini tengah, posisi dimana dia ingin bermain. Komentar seperti itu bukan cara yang tepat kalau dia sudah bekerja sangat sukses dengan seseorang selama sepuluh tahun. Saya juga percaya bahwa Jogi Low masih sangat berpengaruh pada karier Lahm saat dia bermain di tim nasional dan Bayern Munchen. Pemilihan waktu bilang hal ini menunjukkan bahwa Lahm lagi mengincar sesuatu, namun saya tak ingin berasumsi apa pun itu,” pungkasnya dengan sedikit curiga.