JAKARTA - Keong sawah disebut-sebut sebagai salah satu alternatif sumber protein. Hal itu pun diakui oleh Jansen Ongko, seorang ahli gizi. Dalam keterangan tertulisnya, Jansen mengatakan bahwa keong sawah mengandung protein dengan komposisi asam amino lengkap, yakni asam amino esensial dan non-esensial. Tertarik untuk mencobanya?

Jika iya, menurut Jansen, adapun jumlah keong sawah yang perlu dikonsumsi untuk menggantikan daging sapi yakni tergantung dari kebutuhan masing-masing individu. Berdasarkan sebuah studi, jelas Jansen, kebutuhan protein harian seseorang minimal adalah 0,8 gram dikali berat badan masing-masing indvidu.

"Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 50 kilogram membutuhkan setidaknya 40 gram protein setiap harinya," kata Jansen.

Dalam 100 gram daging sapi mengandung sekitar 19 gram protein, sedangkan keong sawah sekitar 12 gram protein. Jika kebutuhan seseorang sebanyak 40 gram protein, maka ia perlu mengonsumsi sebanyak 350 gram keong sawah.

Adapun hal penting laiinya yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi keong sawah adalah soal teknik memasak. Masak hingga matang agar bakteri yang menempel pada keong sawah bisa hilang. Anda bisa memasaknya dengan cara ditumis, dipanggang, ataupun direbus.

"Sejauh ini belum ada pembatasan untuk konsumsi keong sawah. Hanya saja, konsumen perlu memperhatikan proses pengolahan keong sawah agar aman dan sehat dikonsumsi," tandas Jansen.