BREAKINGNEWS.CO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menjanjikan permainan menyerang dengan umpan-umpan pendek saat timnya melakoni laga uji coba melawan Bhayangkara FC dan Arema FC. Pertandingan uji coba melawan kedua klub Liga 1 dilakukan skuat Garuda Muda untuk persiapan menuju Piala AFF U-22 17-26 Februari 2019 di Kamboja.

Adapun laga melawan Bhayangkara FC bakal digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2/2019). Sedangkan menghadapi Singo Edan empat hari kemudian di Stadion di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Saya akan instruksikan permainan sepak bola menyerang dengan mengandalkan umpan pendek. Kuat dalam bertahan. Saya harap pemain dapat menjalankannya,’’kata Indra Sjafri selepas memimpin latihan di Lapangan ABC, Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Sudah Temukan Pemain Inti

Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22, saat ini telah memasuki pekan kelima. Indra Sjafri mengaku telah mendapatkan nama-nama pemain untuk ia letakkan di posisi tim inti. Saat ini, Indra Sjafri memiliki 27 pemain. "Hari ini kami berlatik taktikal. Kami ingin mematangkan game plan. Pelan-pelan sudah menemukan tim inti kami nanti. Pemain yang ada dalam tim intin, nantinya akan saya coba pada dua laga uji coba itu," ucap mantan pelatih Bali United itu.

Bhayangkara FC Siap Berikan Pelajaran

Sementara itu, dari kubu Bhayangkara FC, memastikan pertandingan akan berjalan seru, meskipun berlabel uji coba. Manajer The Guardians, Sumardji menegaskan timnya tak akan tampil setengah-setengah. Meskipun, lawan yang akan dihadapi berada pada kategori junior. "Ada dua kemungkinan stadion yang akan digunakan. Kemungkinan Stadion Patriot, Bekasi, atau Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),"kata Sumardji beberapa waktu lalu.

"Kami akan tampil dengan skuat terbaik. Supaya Timnas Indonesia benar-benar mengeluarkan kualitas mereka secara maksimal. Agar perlawanan jelas dan para pemain Timnas Indonesia U-22 benar-benar fight. Jadi, setelah pertandingan, pelatih benar-benar tahu sektor mana yang menjadi kekurangan," tambah pria berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), itu.