BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan jika sampai saat ini jumlah Hakim yang telah terjerat kasus korupsi sebanyak 25 orang. Hal itu dipastikan usai lembaga antirasuah tersebut meningkatkan status Hakim Lasito pada Pengadilan Negeri Semarang sebagai tersangka suap terkait putusan praperadilan perkara korupsi dengan tersangka Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

“Sampai saat ini hakim yang di bawah Mahkama Agung sekitar 22 orang. Sedangkan Hakim Mahkama Konstitusi sebanyak dua orang,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta , Jumat (7/12/2018).

Jumlah yang diucapkan Febri tersebut belum dihitung dengan Lesito yang pada Kamis (6/12) kemarin baru ditetap sebagai tersangka kasus suap bersama Ahmad Marzuqi. Keduanya Dalam penetapan status tersangka ini, Ahmad Marzuqi disangkakan sebagai pihak yang menyuap dan Lasito sendiri disangkakan sebagai pihak penerima suap tersebut. “KPK menduga LAS selaku hakim pada PN Semarang menerima hadia atau janji dari AM terkiat hasil putusan praperadilan yang dimenangkan oleh AM di PN Semarang,” kata Wakil Ketua KPK, Basari Penjahitan.

Pemberian suap itu terkait dengan gugatan praperadilan yang diadili Lasito. Praperadilan itu diajukan Ahmad atas status tersangkanya di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. "Diduga AM selaku Bupati Jepara memberikan total dana Rp 700 juta yang diketahui di masukan ke dalam kantong ikan presto, sebelum diberikan kepada LAS" sebut Basaria.

Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, membatalkan status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada November 2017 lalu. Ahmad Marzuqi sebelumnya ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jateng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012.

Kejati Jateng menerbitkan Sprindik bernomor PRINT-840/O.3/Fd.1/06/2016, tertanggal 16 Juni 2016. Namun dalam perkembangannya, penyidik tak cukup menemukan alat bukti hingga menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Gugatan MAKI dikabulkan dan SP3 untuk Marzuqi dibatalkan.

Berikut nama 25 Hakim yang telah tersandung kasus korupsi:

Mantan Hakim PT Yogyakarta, RA Harini Wijoso; Hakim PN Jakarta Pusat, Syarifuddin Umar; Hakim PTUN Jakarta, Ibrahim; Hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial PN Bandung, Imas Dianasari; Hakim Pengadilan Tipikor Pontianak, Heru Kisbandono.

Hakim Tipikor Semarang, Kartini Marpaung; Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono; Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bandung, Ramlan Comel; Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Bandung, Pasti Serefina Sinaga; Hakim PN Semarang, Asmadinata; Hakim PN Semarang, Pragsono; Hakim Konstitusi/Ketua MK, Akil Mochtar.

Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro; Hakim PTUN Medan, Amir Fauzi; Hakim PTUN Medan, Dermawan Ginting; Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Janner Purba; Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Toton; Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar; Hakim PN Bengkulu, Dewi Suryana.

Selanjutnya, Hakim PT Manado, Sudiwardono; Hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri; Hakim ad hoc Tipikor Medan, Merry Purba; Hakim PN Jaksel, Iswahyu Widodo; dan Hakim PN Jaksel, Irwan, Hakim PN Semarang, Lasito.