BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menyatakan bahwa dirinya sependapat dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan himbauannya untuk menjaga tempat ibadah agar tidak menjadi sarana politik praktis.

Menurutnya, dalam Undang-Undang (UU) Pemilu sendiri juga telah menegaskan bahwa tempat ibadah, rumah sakit maupun lembaga pendidikan untuk tidak dijadikan sebagai sarana politik, baik dalam bentuk kampanye maupun sebagainya. "Saya sependapat dengan Menteri Agama, Pak Lukman Hakim Saifuddin yang menegaskan bahwa Masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim tidak boleh dikotori dengan tabloid yang berisi kampanye politik," kata Wempy kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Senin (28/1/2019).

Wempy menilai, jika apa yang disampaikan oleh Menag Lukman tersebut merupakan suatu bentuk langkah yang preventif. Ia juga berpendapat hal itu dilakukan agar tidak terjadi kegaduhan politik pada kalangan ummat.

"Sebab tabloid yang beredar sekarang bisa saja bermuatan kepentingan politik dengan mengarahkan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres tertentu. Informasi dalam tabloid tersebut akan membawa dampak pembelahan politik dalam masyarakat. Dengan demikian bisa terjadi konflik horizontal antar warga," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mendukung pernyataan Menag Lukman tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan Lukman tersebut sudah tepat. Ia mengatakan bahwa agama sendiri melampaui segala urusan politik.

"Nah dalam rangka mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di atas, apa yang disampaikan oleh Pak Menteri Agama itu sudah tepat. Dan perlu dicatat bahwa agama melampaui semua urusan politik. Artinya jangan jadikan lembaga agama sebagai subordinat untuk kepentingan politik praktis. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk tindakan mengkerdilkan agama," tegasnya.

Adapun himbauan yang disampaikan oleh Menag Lukman tersebut menurutnya agar semua ibadah, baik Masjid, Mushalla, Gereja dan rumah ibadah lainnya agar menjaga kesuciannya. Hal itu dilakukan agar terhindar dari segala macam hal-hal yang berbau politik.

Selain itu, dirinya juga menilai bahwa semua umat maupun jemaat di masing-masing rumah ibadah itu sendiri juga memiliki pandangan politik yang berbeda. Untuk itulah, dirinya menghimbau kepada seluruh elemen untuk menjaga betul kesakralan hingga kesucian rumah ibadah itu sendiri agar tidak dipengaruhi aktivitas politik praktis begitu.

Ia menilai, sejatinya kegiatan politik dilakukan ditempat-tempat terbuka atau di ruang publik, di tempat-tempat umum dan sebagainya bukan mengunakan rumah ibadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi politik.