BREAKINGNEWS.CO.ID - Kementerian Hukum dan HAM menjadikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Narkotika Cipinang sebagai percontohan jelang dilakukannya penerapan new normal atau kehidupan normal baru di lingkungan Lapas. Interaksi kehidupan Lapas hampir tiga bulan terisolir akibat adanya pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Reinhard Silitonga telah melayangkan surat edaran kepada pengelola lapas dan rutan untuk bersiap menerima tahanan yang sudah inkrah secara hukum maupun tahanan yang sudah berstatus narapidana.

"Makanya hari ini kami cek bagaimana kesiapan itu menjelang new normal. Nanti kiami akan ikuti perkembangan berikutnya dan kami evaluasi tentang penerimaan tahanan dari register A3," kata Reinhard saat melakukan cek dan persiapan di Lapas Narkotika Klas II A Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2020). Kedatangan Dirjen Lapas disambut Kalapas II A Cipinang, Oga Darmawan.

Jelang dilakukannya new normal, Reinhard melihat persiapan yang dilakukan Lapas Narkotika Klas II A Narkotik Cipinang sudah sangat bagus. "Lapas Narkotika Cipinang sudah sangat baik, ini harus menjadi contoh untuk lapas yang lain di seluruh Indonesia," ujarnya.

Aplikasi Lapas Narkotika Cipinang

Dirjen Lapas Reinhard Silitonga memeriksa kesiapan Lapas Narkotika Cipinang menghadapi new normal. Foto: (Ferry Edyanto/Breakingnews.co.id).


Untuk mendukung new normal, pihak Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang juga sudah menyiapkan perangkat pendukung berupa aplikasi khusus untuk keluarga tahanan. Namanya aplikasi "Lapas Narkotika Cipinang".

Aplikasi "Lapas Narkotika Cipinang" dapat diunduh melalui Play Store lewat perangkat Android oleh pemohon. Hadirnya aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan prosedur besuk tahanan menjelang pemberlakuan normal baru. 

"Layanan ini untuk memudahkan keluarga warga binaan pemasyarakatan yang ingin berinteraksi dengan protokol kesehatan Covid-19," kata Oga Darmawan kepada wartawan.

Oga Darmawan mengatakan, tahapan membesuk warga binaan dapat ditempuh keluarga maupun kolega dengan cara mendaftarkan rencana kunjungan ke lapas. Permohonan untuk mengunjungi warga binaan dapat dilakukan secara langsung dari rumah dengan mengisi sejumlah kolom keterangan yang tersedia, termasuk waktu berkunjung.

"Jadi tak perlu repot-repot lagi datang dan mengantre, cukup download aplikasi dan tinggal tentukan kapan akan membesuk keluarganya," kata Oga.

Peluncuran aplikasi tersebut disaksikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Reinhard Silitonga. "Lapas Narkotika Cipinang sudah sangat baik, ini harus menjadi contoh untuk lapas yang lain di seluruh Indonesia," ujarnya.