BREAKINGNEWS.CO.ID  - Ketua Kamar Dagang dan Industri Soekarno-Hatta International Airport (KADIN SHIA) periode 2015 – 2020, Sapto Kashariyanto, tersandung kasus hukum. Sapto yang juga CEO PT Ramadhan Utama Solusi (RUS)  dipolisikan karena dituding melanggar perjanjian kontrak  mendatangkan pesawat kargo ke Indonesia sekaligus membawa kabur uang ikatan kontrak sebesar Rp1,2 miliar.

Pihak yang memolisikan Sapto Kashariyanto adalah Geminiatoro Suharjo, pengusaha yang jadi partner bisnis Sapto dalam kontrak dimaksud. “Pelaporan terhadap Saudara Sapto Kashariyanto ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya dilakukan setelah yang bersangkutan 2 kali mengabaikan somasi yang kita layangkan,” kata Gilbert Marciano, salah satu kuasa hukum Geminiatoro kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).

Diceritakan Gilbert, ikhwal persoalan hukum Sapto Kashariyanto muncul dari kesepakatan kontrak mendatangkan pesawat kargo untuk mengangkut barang dari Jakarta ke Papua pada September 2016 silam.  Kontrak tersebut ditandatangani bersama antara Sapto sebagai pihak yang menyediakan pesawat dan Geminiatoro sebagai pihak yang ingin mendatangkan pesawat di bilangan Jakarta Selatan.

Untuk lebih mengukuhkan keseriusan perjanjian dalam kontrak, pihak Geminiatoro juga turut menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp1 miliar dan Rp200 juta lagi untuk operasional perizinan dan sebagainya. Namun bulan demi bulan berlalu, pesawat kargo yang dijanjikan datang ke Indonesia sesuai kontrak ternyata tak muncul – muncul.

“Klien kami bahkan sampai ikut ke Filipina karena pesawat kargonya dikabarkan ada di sana. Tapi hasilnya nol dan sampai sekarang juga nol,” jelas Gilbert.  “Sampai akhirnya kesabaran klien kami untuk menunggu habis dan Oktober tahun lalu kami laporkan Saudara Sapto Kashariyanto ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan menipu isi kontrak dan menggelapkan uang klien kami sebesar Rp1,2 miliar,” sambungnya lagi.

Dituturkan Gilbert, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima pihaknya, berkas pemeriksaan terhadap Sapto Kashariyanto pada September 2018 hampir P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta untuk diteliti jaksa penuntut umum.  “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dinyatakan P21 dan bisa dinaikkan ke persidangan,” ucapnya.

Senada dengan Gilbert, kuasa hukum Geminiatoro lainnya yakni Gabriel Sipayung juga berharap tersangka Sapto bisa segera disidangkan.  “Kesalahan Sapto jelas melanggar Pasal 378 tentang Penipuan dan Pasal 372 tentang Penggelapan.  Harapan kami di persidangan nanti ia dinyatakan bersalah dan diperintahkan hakim untuk mengembalikan uang klien kami sebesar Rp1,2 miliar yang ia gelapkan,” harap Gabriel menutup pernyataan.