BREAKINGNEWS.CO.ID- Kelompok Diaspora Manggarai Raya mengapresiasi pertemuan antara Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

"Memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terjadinya komunikasi yangs angat konstruktif antara kedua pemimpin," ujar Koordinator Kelompok Diaspora Manggarai Raya, Flory Santosa Nggagur kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Lanjut Flory, pihaknya mengapresiasi strategi komunikasi yang dipilih oleh kedua pemimpin dalam membahas issue sensitive terkait rencana tambang dan pabrik semen.

"Kami percaya bahwa pendekatan personal yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati akan lebih menemukan esensi dari tuntutan yang disampaikan," katanya.

Flory menambahkan, pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya sikap Gubernur NTT yang menerima dengan baik dan akan mempertimbangkan dengan saksama sikap Gereja Katolik Manggarai yang disampaikan melalui Uskup Keuskupan Ruteng.

Selain itu Flory menuturkan, pihaknya mengapresiasi rencana Gubernur NTT yang akan mempertimbangkan semua masukan dari masyarakat termasuk terkait dengan tuntutan perlindungan atas kawsan Karst dan Cekungan Air Tanah di area rencana Pabrik dan Tambang di Desa Satar Punda – Manggarai Timur.

Akan tetapi kata Flory, pihaknya menuntut VBL bahwa sesuai visi pembangunan jangka menengah Provinsi NTT (2020-2024) agar fokus mengimplementasikan beberapa inisiatif strategis yang sudah ditetapkan antara lain, Perubahan struktur ekonomi menuju pada industri dan jasa BERBASIS PERTANIAN (2021) dan Pengembangan mata rantai nilai PARIWISATA (2022).

"Melakukan upaya nyata membangun sektor pertanian dan kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Timur mengingat besarnya potensi kedua sektor tersebut di Kabupaten Manggarai Timur terutama di sekitar area rencana pabrik semen dan tambang batu gamping," katanya.

"Melakukan upaya nyata terkait perlindungan terhadap kawasan Karst dan Cekungan Air Tanah di Manggarai Timur bagian utara (Reo sampai Riung) karena kawasan tersebut memiliki nilai yang sangat strategis dan vital bagi kelangsungan hidup kawasan sekitar dan daya dukung air secara nasional. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 26/2011 serta beberapa SK terkait dari Kemeterian ESDM dan KLHK," jelasnya.

Dengan demikian, Flory mendesak Gubernur supaya menghentikan semua izin tambang dan membebaskan pulau Flores dari kegiatan penambangan besar dan fokus mengembangkan kepariwisataan sesuai mimpi Gubernur dan harapan Presiden RI yang ingin menjadikan sektor pariwisata sebagi prime mover pembangunan di NTT.

"Kami percaya bahwa berkat Tuhan dan terang Roh Kudus akan menuntun Bapak Gubernur kepada sebuah keputusan yang memberikan perlindungan maksimal bagi kelestarian bumi, rumah kita bersama," tukasnya.