BREAKINGNEWS.CO.ID - Warga lagi-lagi melaporkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara ke Polsek Metro Penjaringan. Seorang ibu hamil kembali jadi korban atas diberikannya obat kadaluwarsa.

Kali ini, ibu hamil tiga bulan, Winda Dwi Lestari (23) mengajukan laporan itu ke Polsek Metro Penjaringan diwakili suaminya, Hendi Wijaya (26), Kamis(22/8/2019) siang.

Kasus yang dialami Winda tidak jauh berbeda dengan kasus yang menimpa Novi Sri Wahyuni (21). Ia mengonsumsi tiga strip vitamin B6 pemberian apoteker Puskesmas.

Gejala yang dialaminya berupa pusing dan muntah-muntah berlebih. Masalah kesehatan itu, dikatakan Hendi mirip dengan Novi. Winda merupakan warga RT 06/RW 07 Kelurahan Kamal Muara, Kelurahan Kamal Muara.

Hendi menerangkan, sekitar Juli lalu ia dan istrinya berobat ke Puskesmas. Merasa tidak beres dengan tubuhnya, Winda belum sadar jika obat yang diminumnya sudah tidak laiak minum. Melihat pemberitaan media, pasutri itu kemudian melaporkan temuan tersebut.

"Saya abis magrib baca berita baru cek. Saya cek ternyata benar berita ini. Istri mengalami lemah, nggak enak badan. Ya mungkin pengaruh obat. Iya ini melapor ke Polsek Penjaringan," kata Hendi di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (22/8/2019).

Hendi datang dengan membawa barang bukti berupa tiga strip vitamin B6 yang telah kedaluwarsa sejak bulan April lalu.

Obat itu didapatkannya dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara saat pemeriksaan pada 29 Juli lalu.

Hingga saat ini, Hendi menyebut istrinya sudah mengonsumsi belasan butir vitamin tersebut.

"15 butir yang udah abis diminum," kata Hendi.

Hendi kemudian menggandeng kuasa hukum Pius Situmorang untuk menangani kasus ini.

Pius sebelumnya juga menangani kasus Novi yang mengajukan laporan ke Polsek Metro Penjaringan pada Kamis (15/8/2019) lalu.

Menurut Pius, pihaknya belum melaporkan temuan obat kedaluwarsa yang baru ini ke pihak Puskesmas.

Ia menyarankan klien barunya untuk langsung lapor polisi karena sebelumnya sudah ada kasus Novi.

"Kita belum lapor ke pihak puskesmas, tapi kita ingin lapor ke polisi. Karena laporan ini sudah ada yang pertama. Jadi bagaimana ini apakah perlu ada laporan baru memang ini akan dikembangkan dengan kasus-kasus ini," ucap Pius.