BREAKINGNEWS.CO.ID - Polisi kembali mencokok terduga pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng.
 
Dengan demikian, total sudah ada delapan orang yang diringkus. Mereka semua ada di Markas Polda Metro Jaya. Beberapa pelaku lagi yang baru dicokok adalah ABK, RF dan IA. Meski begitu belum dirinci lokasi dan waktu penangkapan.
 
"Sudah delapan tersangka diamankan," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/10/2019).
 
Polisi mengatakan tiga orang yang baru dicokok ini punya peran berbeda-beda. Dimana IA berperan menginterogasi, mengintimidasi Ninoy, memukuli hingga mengancam membunuh. Kemudian untuk RF hanya ikut menginterogasi dan mengintimidasi Ninoy. Lalu ABK, menganiaya, mengancam membunuh, merekam dan menyebarkan video ke media sosial.
 
"ABK perannya menganiaya korban, merekam video dan menyebarkannya ke media sosial juga mengancam membunuh korban," ujar Suyudi.
 
Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan juga pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria pada sebuah ruangan.
 
Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.
 
"Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya," tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober  2019.
 
Kemudian, Ninoy menjelaskan bahwa ia bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo.
 
Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy. Hal itu lantaran ia medapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh. Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya.
 
Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidaklah khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App itu sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan. Bahkan, pria itu menanyakan agama yang Ninoy anut.
 
"Kamu muslim bukan?" tanyanya.
 
"Iya, saya muslim," jawab Ninoy.
 
Mendengar hal demikian, pria tersebut kembali menilai tindakan Ninoy sangatlah salah.
 
"Kenapa kamu muslim, tapi zalim sama saudara sendiri? Tau enggak hukumnya? Seorang muslim yang menghalalkan darah seorang muslim lainnya, maka halal pula darahnya untuk ditumpahkan".