LABUAN BAJO - Ketenaran Pulau Komodo telah dapat dibuktikan memikat wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara.

Mereka berdatangan dari beragam belahan dunia, untuk nikmati berlibur di lokasi Taman Nasional Komodo sampai beragam obyek wisata di Flores.

Eco Tree O tel ada untuk memanjakan beberapa wisatawan itu waktu nikmati saat liburan mereka, dengan rencana ramah lingkungan.

Hotel yang resmi beroperasi pada 25 Mei 2017 ini terdapat satu ruang dengan Treetop Restaurant, satu diantara tempat kuliner terkenal di Labuan Bajo.

Dengan tempat yang ada di pesisir Labuan Bajo, baik restoran ataupun hotel yang dikelola oleh Matheus Siagian ini mempunyai panorama yang spektakuler.

“Eco Tree O tel adalah pelebaran dari Treetop. Sesuai sama mottonya, dari kata tree atau pohon, kita juga tumbuh berkembang, ” ungkap Matheus.

Eco Tree O tel mempunyai 17 kamar yang terbagi dalam 10 Superior Rooms, 5 Suite Rooms Sea View with Private Balcony, serta 2 Deluxe Family Rooms.
Semuanya kamar hotel adalah hasil design Yori Antar, arsitek kenamaan yang di kenal jadi inisiator tempat tinggal kebiasaan di Wae Rebo, Flores.
“Kita menggunakan solar power jadi sumber daya. Di segi lain juga, air sisa pembuangan dari AC, kita pakai untuk memanaskan air. Hingga dengan system air panas ini, kami tidak sering sekali memakai listrik ataupun gas, ” katanya.

“Ukuran kamar dengan type AC juga telah diperhitungkan dengan demikian rupa. Hingga kami begitu efektif dalam memakai daya, ” papar Matheus.

Satu diantara daya tarik yang dipunyai Eco Tree O’tel yaitu tempatnya yang ada di dalam “hiruk-pikuk” pariwisata Labuan Bajo atau Komodo, yaitu di lokasi Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo. Semuanya kesibukan pariwisata yang ada di Labuan Bajo, berdekatan dengan Eco Tree O’Tel.

“Lokasi kami central. Cuma sekitaran dua menit hingga ke pelabuhan. Di segi lain ada panorama sea view yang central. Dari hotel, kita dapat lihat Pulau Rinca bahkan juga Pulau Komodo. 180 derajat kita dapat saksikan dari paling kiri hingga paling kanan panorama Labuan Bajo, ” tutur Matheus.

Walau baru beroperasi sekitaran tiga minggu, Matheus mengakui cukup terperanjat dengan tanggapan dari orang-orang. Dengan harga kamar pada Rp 575 ribu sampai Rp 975 ribu, Eco Tree O’tel senantiasa didatangi wisman ataupun wisnus.

Pasca-menginap, beragam komentar berkaitan sarana ataupun aksesori kamar terlontar dari beberapa pelancong.

Satu salah satunya komentar mengenai bed-runner yang memakai kain songket yang ada di tiap-tiap kamar. Demikian halnya beragam aksesori di kamar ataupun lorong-lorong hotel yang memakai kayu ukiran asal Kampung Bena di Bajawa.

“Semua itu adalah hasil kerjasama pada kami dengan Yori Antar dari Vindate, yang begitu perduli dengan kearifan local. Hingga di tiap-tiap kamar Eco Tree O’tel, tak ada beberapa barang yang kami beli. Semuanya handmade atau self-design. Ini yang buat tempat kami jadi unik serta tidak sama dengan hotel-hotel yang lain di Labuan Bajo, " tuturnya.