BREAKINGNEWS.CO.ID -Setelah terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan daerah periode 2019-2024, La Nyalla Mahmud Mattalitti tak tinggal diam. Berbagai program sudah dirancang senator asal Jawa Timur itu untuk lima tahun ke depan.

Salah satu program yang dicanangkan oleh La Nyalla adalah membangun hubungan yang harmonis dan komunikatif dengan semua lembaga negara. “Saya ingin memastikan DPD dapat menjalin hubungan yang harmonis dan komunikatif, dengan semua lembaga negara, termasuk dengan Presiden dan semua kepala daerah di Indonesia,” ucap La Nyalla.

La Nyalla juga menganggap hal itu penting bagi DPD, karena untuk memastikan pembangunan di daerah atau kepentingan daerah dapat terakomodasi secara optimal. “Apalagi Presiden sudah menyampaikan konsep pembangunan Indonesia Sentris. Artinya dari Sabang sampai Merauke menjadi prioritas. Bukan hanya di pulau Jawa,” ungkap La Nyalla. Lewat sebuah hubungan yang harmonis dan komunikatif, ia yakin percepatan pembangunan harus bisa terlaksana.

Selain itu La Nyalla juga ingin agar DPD RI lebih berperan dalam pembangunan negara. “Mahkamah Konstitusi telah memberi ruang dengan memberi tafsir yang lebih kuat dari kalimat yang tertulis di dalam UUD kita. Nah, fokus awal kepemimpinan saya adalah melakukan terobosan-terobosan kreatif dan positif, untuk memperbanyak ruang aksi bagi seluruh anggota DPD untuk bekerja demi daerah yang mereka wakili,” ucap La Nyalla.

Ia yakin jika hal itu bisa dilakukan maka spirit lahirnya DPD, yaitu untuk memastikan keputusan di tingkat nasional dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk daerah bisa berjalan baik. “Wajah Indonesia secara utuh itu bukan Jakarta atau Jawa. Tetapi 34 provinsi itulah wajah Indonesia,” ungkap La Nyalla.

Kolektif Kolegial 

Salah satu cara agar program itu berjalan baik, La Nyalla juga sudah menyiapkan jurusnya. Pertama, menurut La Nyalla, pola kepemimpinan sangat penting. “Saya menawarkan konsep kepemimpinan kolektif kolegial. Saya ingin semua anggota DPD adalah pemimpin. Karena sejatinya para anggota DPD ini adalah tokoh di daerah masing-masing,” ujarnya.

La Nyalla ingin menjadi DPD yang lebih kuat dan bermartabat. Yang benar-benar berperan dalam memberi manfaat bagi daerah kita masing-masing.

“Saya dan unsur pimpinan hanya pemandu arah dan penjaga marwah lembaga saja. Saya memilih mendelegasikan sebanyak mungkin tugas-tugas senator kepada anggota. Dengan begitu, otomatis anggota dituntut aktif. Tidak bisa santai-santai lagi.

Persoalan kedisiplinan anggota dewan yang sering kali absen dalam sidang, juga menjadi perhatiannya. “Sebenarnya itu adalah domain Badan Kehormatan (BK) DPD. Ada sanksi dan mekanisme di dalam BK terkait dengan keaktifan anggota. Pimpinan tidak akan intervensi,” ucap La Nyalla.

Bagi La Nyalla keaktifan anggota tentunya mutlak diperlukan. Namun jika tak muncul kerja sama dari anggota, maka La Nyalla memastikan BK akan melakukan tugasnya.