BREAKINGNEWS.CO.ID – Ketua Kadin Jatim yang kini terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024, La Nyalla Mahmud Mattalitti punya segudang cara untuk memajukan DPD RI. Bahkan La Nyalla juga berkomitmen penuh untuk menjadikan lembaga kumpulan para senator di Indonesia itu sebagai wadah untuk mengakselerasi  ekonomi di daerah.

Salah satu cara yang ingin digunakan La Nyalla adalah lewat peningkatan ekspor dari berbagai daerah di Indonesia. La Nyalla Mattalitti berpendapat, selama ini masih banyak pasar internasional dan negara tujuan ekspor yang potensinya belum optimal digarap.

La Nyalla Mattalitti ingin, ke depan DPD untuk bekerja keras gguna memfasilitasi para pengusaha di daerah. Ia juga  lebih fokus kepada industri UMKM di berbagai daerah agar bisa seluas-luasnya mendapatkan pasar ekspor di manca negara.

”Selama ini konsentrasi kita ke pasar ekspor yang sudah eksis seperti Jepang, Cina, dan AS. Sementara pasar negara lain banyak yang tidak kalah prospektif. Bahkan negara tersebut relatif lebih minim pesaing. Misalnya kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur,” ujar La Nyalla, Selasa (13/8/2019).

La Nyalla bahkan sudah menunjuk salah satu negara Eropa Timur, yakni Belarus sebagai negara tujuan ekspor yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ia merekomendasikan Belarus, karena sebagai ketua KADIN Jawa Timur, La Nyalla baru saja menerima kunjungan Duta Besar Republik Belarus, Valery Kolesnik, Senin (12/8/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka memperluas kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan negara di kawasan Eropa Timur.

Berdasarkan data perdagangan dari Belarus, negara pecahan Uni Sovyet ini mengimpor produk perikanan dari berbagai negara di dunia. Bahkan impornya sudah  mencapai 361,6 juta dolar AS atau sekitar Rp5,2 triliun. Impor ikan segarnya mencapai 99,6 juta dolar AS, ikan beku 158,6 juta dolar AS, filet ikan sebesar 68,3 juta dolar AS, dan ikan kering, ikan asap, serta ikan asin sebesar 15,4 juta dolar AS. Indonesia baru mengisi pasar ekspor itu senilai US$ 3,1 juta.

“Itu baru dari satu negara saja, yaitu Belarus. Baru dari pasar satu komoditas, yaitu perikanan. Bayangkan kalau DPD ke depan mampu menggarap secara bersama-sama banyak negara lalu, disambungkan ke UMKM-UMKM daerah. Kita terus bekerja dalam membantu terbukanya pasar ekspor dari UMKM daerah. Ke depan, pasti kesejahteraan cepat merata ke seluruh Indonesia,” ucap mantan Ketua Umum PSSI yang lolos ke Senayan dengan perolehan lebih dari 2,2 juta suara warga Jatim.