BREAKINGNEWS.CO.ID -  Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti menyambut baik penetapan Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) oleh Presiden RI Joko Widodo.  Lewat PP Nomor 68/2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari yang terletak di Kabupaten Malang, jawa Timur.  

La Nyalla yang juga Ketua KADIM Jatim, meminta para pengusaha di Jatim, khususnya anggota KADIN untuk aktif terlibat menyuseskan keberadaan KEK tersebut.

“Saya meminta teman-teman di KADIN Jatim menyambut dan bergerak cepat untuk menghidupkan KEK di Singosari. Karena ini peluang untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya saing ekonomi provinsi ini. Apalagi lahan yang disediakan sangat luas. Sekitar 120 hektare,” ungkap la Nyalla dalam siaran persnya kepada media, Jumat (11/10/2019).

KEK tersebut terdiri atas dua zona, Pariwisata dan Pengembangan Teknologi. Pembangunan dan Pengelolaan KEK akan disiapkan dalam jangka waktu 90 hari sejak PP tersebut diundangkan pada 8 Oktober 2019 kemarin.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur tercatat sebagai KEK tercepat di Indonesia dalam melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk memulai proyek pembangunan.

“KEK Singosari tercepat dalam melakukan groundbreaking. Begitu keluar Peraturan Pemerintah (PP) langsung melakukan groundbreaking, sementara KEK di daerah lain sekitar 3 tahun,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Pendopo Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupten Malang, Selasa (8/10/2019) sore.

Pada kesempatan itu, Menpar menyerahkan dokumen PP Nomor 68 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, disaksikan Bupati Malang HM Sanusi, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menko Perekonomi Mohammad Rudy Salahuddin, dan Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) David Santoso.

Kedua klaster KEK yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif tersebut, menurut Arief, sangat tepat bagi Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global. Arief juga menjelaskan, keberadaan KEK Singosari sangat strategis dalam mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger-Semeru yang dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ dan menjadi ikon pariwisata Jatim.

La Nyalla juga sangat mendukung pembangunan KEK ini karena akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Jatim. Pariwisata yang merupakan salah satu sektor unggulan diharapkan semakin terdongkra. Destinasi prioritas Bromo-Tengger-Semeru diharapkan menghasilkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan perolehan devisa sekitar 1,2 miliar dolar AS. 

Dengan ditetapkannya sebagai destinasi pariwisata prioritas pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet difokuskan ke Bromo-Tengger-Semeru. Begitu pula dengan ditetapkannya KEK Singosari, maka pemerintah pusat berkewajiban untuk membangun infrastrukur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet ke kawasan ini.