BREAKINGNEWS.CO.ID -Presiden Joko Widodo akan menjalani 10 agenda di hari kedua kunjungannya ke Korsel, Senin (10/9/2018) ini. 

“Mulai pagi ada pertemuan one on one dengan pengusaha/swasta di sini, kemudian forum bisnis,” demikian dikemukakan Menlu Retno Marsudi, Senin pagi di Seoul, Korsel, sebagaimana dikutip dari laman Setkab. 

Usai pertemuan pertama, dilanjutkan dengan upacara penyambutan secara resmi atau friendship talk yang akan diikuti presiden dan ibu negara dari kedua negara.

“Jadi friendship talk ini adalah pembicaraan presiden dan ibu negara dari dua negara,” ujar Retno Marsudi.

Setelah itu, Jokowi akan meletakkan karangan bunga di makam pahlawan dan santap siang di KBRI. Sedianya, Jokowi juga akan meluncurkan portal perlindungan WNI.

“Selanjutnya presiden akan melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden Moon, akan dilanjutkan plennary, kemudian joint press conference, dan kemudian jamuan makan malam,” jelas Retno.

Selain Menlu Retno dalam kunjungan kenegaraannya ke Korsel ini Presiden Jokowi antara lain turut didampingi oleh Seskab Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Setelah menempuh penerbangan selama sekitar tujuh jam dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, pesawat kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Seoul pada pukul 21.22 waktu setempat, Minggu (9/9) malam.

Kedatangan Jokowi dan Iriana di Korea Selatan disambut dengan upacara penyambutan secara militer dan petugas yang berpakaian tradisional Negeri Gingseng tersebut.

Saat tiba, Jokowi disambut oleh Menteri Kelautan Korea Selatan, Kim Young-chun dan juga Dubes Indonesia untuk Korsel Umar Hadi, serta Atase Pertahanan Oka Wirayuda.

Dari bandara, Presiden Jokowi dan Ibu Negara langsung menuju hotel tempat menginap selama di Seoul, Korea Selatan.

Kehadiran Presiden Jokowi merupakan kunjungan kerja balasan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In ke Indonesia pada 2017 lalu.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, di mana kedua negara telah memiliki "Special Strategic Partnership".

Di Seoul, kedua Presiden akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, menjadi semakin penting artinya bagi Indonesia dan Korea Selatan untuk menguatkan kerja sama ekonomi.

Selain itu, peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan juga akan menjadi fokus pembahasan Presiden Jokowi dan Presiden Moon.