JAKARTA - Usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo yang akan menuju mobil dinas sedikit terhenti. Pasalnya, saat Jokowi melambaikan tangan kepada masyarakat sebagai tanda perpisahan, ada sedikit momen menarik yang terjadi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta seorang Paspampres untuk mengajak seorang bapak tua yang diketahui bernama Nyelembung yang merupakan bagian dari Suku Anak Dalam yang tinggal di Kabupaten Dharmasraya untuk menemui dirinya. Nyelembung langsung mencium tangan Presiden RI ke-7 tersebut yang disambut rangkulan dari Jokowi. Nyelembung tampak mengungkapkan sesuatu sambil berbisik kepada Jokowi.

Selang beberapa waktu kemudian, Presiden langsung meminta kepada pengawalnya untuk mencatat permintaan dari perwakilan Suku Anak Dalam tersebut. Diketahui, Nyelembung mengaku selama ini dirinya tidak mendapatkan hunian yang layak. "Sudah kubilang sama pak Jokowi tadi kami harus minta ketetapan (hunian)," ujarnya, Rabu (7/2/2018).

Ia juga mengungkapkan bahwa Jokowi sempat mempertanyakan bahwa dirinya sempat membantu Suku Anak Dalam. Namun Nyelembung mengatakan bahwa pihak yang dibantu adalah Suku Anak Dalam dari Jambi. "Kata pak Jokowi, yang aku bantu kemarin pihak mana? itu pihak lain saya bilang," kata Nyelembung dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih.

Selain itu, dirinya juga meminta perbaikan pendidikan untuk Suku Anak Dalam. Menurutnya, saat ini pihaknya masih belum mendapatkan pendidikan yang layak. "Seperti yang di Jambi tadi sudah semuanya dibantu, sudah maju semuanya, sudah pintar-pintar, sudah sekolah, kayak kami di Dharmasraya kan belum," ungkap Nyelembung. Saat ini terdapat sekitar 30 kepala keluarga (KK) Suku Anak Dalam yang berada di Kabupaten Dharmasraya. Suku ini juga mendiami sebagian wilayah di Provinsi Jambi. 

Sementara itu, Jokowi melakukan sejumlah rangkaian kegiatan di Dharmasraya. Kehadiran Jokowi di Dharmasraya ditemani Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri Sosial Idrus Marham, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.