BREAKINGNEWS.CO.ID - Krisis politik yang terus terjadi di Venezuela, merembet ke perwakilan diplomatik mereka di sejumlah negara. Di Amerika Serikat (AS) contohnya, para aktivis pendukung dan oposisi pemerintah menduduki kedutaan besar negara itu guna menyuarakan aspirasi masing-masing.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (8/5/2019), kedutaan besar Venezuela di Georgetown, Washington menjadi saksi bisu 'pertikaian' antara kedua kelompok itu. Para pendukung Presiden Nicolas Maduro memilih menduduki bagian dalam gedung itu. Mereka menggelar pertemuan, dialog, konser, membaca puisi, sampai membuat poster-poster bertema dukungan.

Sedangkan mereka yang pro tokoh oposisi Juan Guaido bergiliran menutup seluruh akses masuk ke dalam pos diplomatik itu. Mereka memblokir pintu utama kedutaan itu, akan tetapi membiarkan pintu samping dijaga polisi dan agen Secret Service. Tidak ada satu pun diplomat atau layanan di kedutaan itu yang terlihat. Seluruhnya sudah meninggalkan pos mereka.

Pemerintah AS yang condong memberi dukungan kepada Guaido menyatakan keberadaan para aktivis dari dua kubu itu melanggar kedaulatan Venezuela. Mereka sudah diminta pergi, akan tetapi Kementerian Luar Negeri AS yang bertanggung jawab atas keamanan perwakilan diplomatik tak kunjung mengusir para demonstran. "Kami terus berkoordinasi dengan Secret Service dan aparat penegak hukum setempat untuk memastikan situasi di kedutaan Venezuela," demikian pernyataan mereka.

Secret Service sampai saat ini menyatakan mereka tidak membantu atau menghalangi para aktivis itu hilir mudik di kedutaan itu. Termasuk membiarkan bantuan makanan dan layanan gawat darurat lainnya. Para demonstran itu tidak melulu bertahan seharian. Terkadang beberapa dari mereka tetap pergi bekerja sejak pagi hingga sore, dan baru melanjutkan aksinya saat malam.

Gustavo Vecchio yang bertindak menjadi utusan diplomatik kubu Guaido menyatakan sudah meminta AS mengusir para pendukung Maduro yang menduduki kedutaan itu. Akan tetapi, sampai saat ini tidak ada tindakan berarti. Kedua belah pihak juga kerap terlibat saling cemooh di kedutaan itu. Mereka menganggap kubu masing-masing kasar dan tidak tahu sopan santun.