BREAKINGNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Lestari Priansari Marsudi, menuturkan kalau peningkatan kerja sama antar organisasi kerja sama Islam (OKI) dengan organisasi internasional dan regional lainnya merupakan kunci dalam mengembangkan kemampuan mediasi negara OKI.

Pernyataan itu ia sampaikan pada pertemuan Organization of Islamic Cooperation (OIC) Contact Group (CG) Friends of Mediation di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York. Pengembangan kemampuan bagi negara OKI menjadi sangat penting di masa sekarang, dengan dinamika politik dan keamanan di kawasan, demikian disebutkan dalam keterangan pers Kemlu RI yang diterima oleh Breakingnews.co.id pada Rabu (26/9/2019).

Dalam pertemuan, Menlu Retno menegaskan kalau Indonesia siap untuk bekerja sama dengan OKI untuk menciptakan ekosistem perdamaian serta kestabilan global lewat peningkatan culture of prevention yang membutuhkan pembiasaan dalam membangun dialog. "Mencegah lebih baik dari mengobati, prevention is better than the cure," tegas Menlu. Menlu Retno sampaikan kalau dalam pembentukan grup ini perlu bersifat komplementer dengan inisiatif Indonesia terkait Contact Group on Peace and Conflict Resolution yang diinisiasi oleh Indonesia.

Contact grup ini juga perlu untuk saling melengkapi dengan mekanisme PBB Group of Friends of Mediation (FoM) yang sudah aktif memberikan sejumlah masukan mengenai peace building dan peace sustaining yang terkait dengan mediasi. Dalam kelompok tersebut, Indonesia sudah aktif berpartisipasi mulai sejak awal pendiriannya di tahun 2010 lalu. Mediasi merupakan salah satu sarana untuk mengimplementasikan resolusi konflik.

Upaya peningkatan kemampuan mediasi bagi negara OKI sejalan dengan inisiatif Indonesia yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 tahun 2015 perihal pembentukan OIC Contact Group on Peace and Conflict Resolution yang telah disahkan di KTT ke-13 OKI di Istanbul, Turki, tahun 2016 lalu.

Isu Palestina

Selain itu, Menlu Retno Marsudi pada 25 September 2018 juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan organisasi internasional di sela-sela rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-73 di New York, AS. Menlu Retno bertemu Menlu Arab Saudi, Adel AL Jubeir, Menlu Yunani, Nikos Kotzias, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Kepulauan Solomon, Milner Tozaka, Menlu Sudan, Al-Dirdeeri Mohammed Ahmed, Menlu Kolombia, Holmes Trujillo Garcia, dan Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit.

Dalam setiap pertemuan bilateral, Menlu RI terus membawa agenda Palestina untuk dibahas bersama mitra kerjanya. "Saat ini, dunia harus memberikan perhatian lebih terhadap masa depan, kepada two state solution untuk Palestina," ujar Retno Marsudi, seperti dikutip dari pernyataan resmi Kemlu RI yang diterima Breakingnews.co.id. Selain itu, Retno Marsudi juga secara khusus membahas isu Palestina dengan Menlu Arab Saudi dan Sekjen Liga Arab untuk kembali bertukar pikiran mengenai upaya bersama bagi rakyat Palestina.