BREAKINGNEWS.CO.ID - Gol dari Mario Mandzukic menit 109 ke gawang Inggris pada babak semifinal Piala Dunia di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7/2018), menciptakan sejarah baru untuk Kroasia. Kroasia melaju ke final, dan itulah yang terbaik yang pernah mereka lakukan di hajatan empat tahunan itu. Ini juga bisa disebut prestasi fenomenal mengingat Kroasia adalah negara seumur jagung. Mereka baru mendeklarasikan kemerdekaan pada 25 Juni 1991, usai memisahkan diri dari Yugoslavia.

Piala Dunia pertama bagi Kroasia adalah pada edisi 1998 di Prancis. Saat ini, anak baru tersebut sudah menyita perhatian para rivalnya. Bagaimana tidak, dalam debutnya, Vatreni finis di peringkat ketiga. Pada Piala Dunia 2018, Kroasia sama sekali tidak diunggulkan. Sebab, prestasi 1998 tersebut disebut sebagai sebuah keuntungan saja. Hal ini disebabkan karena selepas kampanye Kroasia pada 1998, Kroasia tak mampu lolos dari fase grup pada Piala Dunia edisi 2002 (Korsel dan Jepang), 2006 (Jerman), 2014 (Brasil). Bahkan, pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mereka tak ikut serta karena tak lolos kualifikasi.

Belajar Giat

Sepertinya, kegagalan di empat edisi Piala Dunia membuat Kroasia belajar lebih giat lagi. Hal itu pun mendapatkan hasil yaitu pemain-pemain top yang mengisi klub-klub atas di Eropa. Dalam daftar 11 pemain utama, Kroasia memiliki pemain yang berpengalaman di klub-klub besar. Kalau tidak percaya, ini buktinya. Danijel Subasic (AS Monaco), Sime Vrsaljko (Atletico Madrid), Domagoj Vida (Besiktas), Dejan Lovren (Liverpool), Ivan Strinic (AC Milan), Marcelo Brozovic (Inter Milan), Ante Rebic (intracht Frankfurt), Luka Modric (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Ivan Perisic (Inter Milan), Mario Mandzukic (Juventus). Benar bukan?.

Para pemain Kroasia ketika akan memasuki lapangan
saat berhadapan dengan Inggris (Foto: Dok. fifa.com)

Gabungan antara pemain senior dan junior itu menjadi kunci keberhasilan Kroasia di Piala Dunia 2018. Semangat pantang menyerah, mental yang kuat serta fisik prima juga membantu Luka Modric cs menuliskan sejarah di Piala Dunia. Kehebatan Kroasia mulai terlihat ketika mereka menghempaskan finalis Piala Dunia 2014, Argentina. Lionel Messi dan kawan-kawan terkapar oleh tiga gol tak berbalas saat itu. Selanjutnya, Kroasia berhasil menyingkirkan lawan-lawannya seperti Denmark 3-2 lewat adu penalti. Begitupun ketika menjungkalkan tuan rumah Rusia di perempat final dimana mereka menang 4-3 lewat adu penalti. Sedangkan melawan Inggris, Kroasia harus memastikan kemenangan 2-1 lewat perpanjangan waktu.

Seluas Aceh

Kroasia hanya negara kecil di Eropa. Dilansir berbagai sumber, jika dibandingkan dengan wilayah di Indonesia, hampir sama dengan luas wilayah Provinsi Aceh yakni 58.376 km2. Dari segi populasi, Kroasia dan Aceh pun tak berbeda jauh. Jumlah penduduk Kroasia berdasarkan sensus pada 2017 adalah 4.154.200. Sedangkan populasi Aceh adalah 4.731.705.

Tiga Kali Tertinggal dan Mampu Bangkit

Kroasia jadi negara pertama yang terhindar dari kekalahan setelah tertinggal lebih dulu dalam tiga pertandingan di fase knockout dalam satu Piala Dunia Melawan Denmark dan Rusia di 16 besar dan perempatfinal, Luka Modric dan kawan-kawan juga lebih dulu kebobolan. Kedua laga tersebut bahkan harus dituntaskan lewat adu penalti. "Itu (melawan Inggris) adalah pertandingan yang sangat sulit untuk kami. Kami tahu apa yang dipertaruhkan dan betapa pentingnya semifinal untuk negara kecil seperti Kroasia," ujar geladang Kroasia, Perisic seperti dikutip Reuters.

"Kami memulai dengan lambat hari ini tapi kami menunjukkan karakter kami dan kembali bangkit dari ketertinggalan seperti yang kami lakukan di babak-babak sebelumnya."tambahnya.

Mario Mandzukic (depan) dan Ivan Perisic (belakang) (Foto: Dok. fifa.com)

Sementara itu, pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan timnya sudah menunjukkan karakter yang sesungguhnya. "Turnamen ini akan dimenangi oleh tim dengan karakter. Kami tertinggal satu gol dalam tiga laga beruntun. Kami sudah menunjukkan karakter. "Sekarang kami akan merayakannya, istirahat, dan kemudian bersiap untuk menghadapi Prancis. Tugas yang tak kalah berat, tapi kami siap," tegasnya.

Kroasia selanjutnya akan berhadapan dengan Prancis di laga final yang akan dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018). Prancis lebih dulu lolos usai menundukkan Belgia 1-0 di semifinal.