BREAKINGNEWS.CO.ID-Perpanjangan waktu yang dijalani timnas Inggris vs Kroasia pada pertemuan mereka di semifinal kedua Piala Dunia 2018, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB ini di Luzhniki Stadium, Moskow, adalah laga semifinal ke-9 sepanjang sejarah Piala Dunia yang diwarnai dengan perpanjangan waktu. Dari delapan laga perpanjangan waktu di semifinal itu, hanya tiga diantaranya yang berakhir dalam setengah jam, 2 x 15 menit. Lima semifinal lainnya berlanjut ke adu penalti. Jadi, ini adalah laga keempat dari semifinal Piala Dunia yang berakhir di 2 x 15 menit dengan kemenangan untuk Kroasia.

Keunggulan 1-0 Inggris di menit ke-5 dari gol Kieran Trippier akhirnya hanya sekadar menjadi hiburan bagi The Three Lions. Ivan Perisic menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-68. Dan, Mario Mandzukic memastikan kemenangan timnya di menit ke-109 setelah memanfaatakan assist dari Ivan Perisic.

Impian Inggris untuk mencapai babak final Piala Dunia buat kedua kalinya setelah 1966 pun terhempas. Kroasia untuk pertama kalinya mencapai tahap tertinggi dari kontes sepak bola terakbar sejagat ini. Kroasia sudah ditunggu Prancis untuk melakoni laga pamungkas perebutan gelar, Minggu (14/7) malam di Luzhniki Stadium, Moskow.

Inggris dan Kroasia sebelum ini sama-sama sudah menjalani laga perpanjangan waktu dan bahkan berlanjut ke adu penalti. Tim The Three Lions menjalani laga extra-time nya saat menghadapi Kolombia di fase gugur atau babak 16 besar, setelah kedudukan selama lebih dari 120 menit tetap imbang 1-1. Dalam adu penalti Inggris unggul 4-3, diwarnai penampilan gemilang kiper Jordan Pickford.

Namun, Kroasia lebih istimewa lagi. Luka Modric dan kawan-kawan menjalani dua laga perpanjangan waktu yang melelahkan, yakni saat mengungguli Denmark di gase gugur dan tuan rumah Rusia di babak perempat-final. Dua perpanjangan waktu itu bahkan terus berlanjut ke adu penalti. Lebih hebatnya lagi, pada perpanjangan waktu dan saat adu penalti, Kroasia bahkan tertinggal lebih dulu. Para pemain Vatreni-julukan Kroasia-bahkan seperti tak pernah habis energi dan ketahanan mentalnya. Mereka menjadi satu-satunya tim yang berhasil melakukan back-to-back untuk merebut kemenangan.

Permainan kolektif Kroasia diperkuat dengan penampilan tak kenal lelah dari kapten tim Luka Modric. Dia seperti ada di mana-mana. Modric dan para pemain Vatreni-julukan Kroasia-bermain jauh lebih baik di paruh kedua waktu normal dan di perpanjangan waktu. Energi mereka seperti tak pernah habis.