BREAKINGNEWS.CO.ID -  Target optimistis dipatok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pertumbuhan kredit perbankan 2019 yang diharapkan mencapai 12-14 persen. Proyeksi tersebut didasari oleh pertimbangan kianj redanya tekanan dari ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berkurangnya tekanan ekonomi global pada tahun ini, membuat aliran modal masuk akan semakin deras dan mendorong aliran likuiditas perbankan.

Dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 13 persen plus minus satu persen itu, OJK juga memproyeksikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan dana perbankan dapat mencapai 8-10 persen. “ Dengan kondisi tersebut kita harapkan trend kredit bermasalah bisa menurun hingga dibawah dua persen tahun ini,”ujar Wimboh di Jakarta,Jumat (11/1/2019).

Data tahun 2018 menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit relative kencang meski dihadang oleh  tekanan ekonomi global yang juga besar. Hal itu terjadi karena  permintaan kredit, terutama dari sektor infrastruktur terus menggeliat.

Pada 2018, kredit industri perbankan tumbuh 12,9 persen. Sementara, DPK perbankan pada 2018 diperkirakan tumbuh sekitar delapan persen.

“Intermediasi sektor keuangan perbankan akan tumbuh sekitar pada  kisaran angka 13 plus minus satu persen," lanjutnya.

 Adapun meredanya tekanan ekonomi global pada tahun ini karena rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang tidak akan seagresif pada 2018. "Tekanan dari The Fed tidak akan seperti 2018. Maka ada tren positif untuk perekonomian domestik. Ekonomi domestik diperkirakan mampu tumbuh 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen," ujar Wimboh.

Optimisme juga terlihat dari pelaku perbankan yang tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019, yang menargetkan ekspansi kredit dan DPK masing-masing sebesar 12,06 persen dan 11,49 persen.