BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon sanksi atas usulan Komisi Pemilihan Umum yang mengusulkan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro sebagai kandidat moderator debat capres kedua yang akan diselenggarakan pada 17 Februari mendatang. Fadli menilai, lebih baik moderator debat dipilih dari kaum intelektual dari universitas lebih objektif dan jauh dari aktivitas politik ataupun afiliasi dengan kubu tertentu.

Menurut Fadli, kedua kandidat moderator itu kurang independen. "Kedua nama itu kurang independen kali ya. Lebih baik cari akademisi saja. Di kampus itu banyak yang pintar-pintar," kata Fadli di Komplek Parlemen, Rabu (23/1/2019).

Selumnya, bukan Fadli saja yang menilai Najwa Shihab dan Tommy Tjokro. Juru bicara BPN, Andre Rosiade, menolak karena rekam jejak kedua calon moderartor itu. “Saran kami, lebih baik KPU menunjuk figur lain yang lebih netral agar jangan menjadi polemik nantinya. Masih banyak figur lain yang mampu menjadi moderator tapi berposisi netral. Itu harapan kami kepada KPU,” ucap Andre.


Najwa Buka Suara

Mendapat penolakan dari BPN Prabowo-Sandiaga, Najwa Shihab akhirnya buka suara. Ia menegaskan menjunjung independensi sebagai jurnalis. Ia kemudian mengingatkan soal penampilannya dalam program debat cagub Pilgub DKI 2017, yang diadakan talkshow-nya dulu, Mata Najwa.

"Sebagai host memang kritis kepada semua tokoh, tetapi selalu menjaga independensi. Kalau teman-teman semua masih ingat, saat Pilgub DKI, yang dikatakan juga bahwa saya tidak netral, kedua paslon di putaran kedua selalu datang kalau kami undang," tegas Najwa.

Menurutnya, cagub DKI di putaran kedua, Anies Baswedan dan Basuki T Purnama (Ahok), juga bersedia melakukan debat yang berbeda dengan yang diadakan KPU. Format debat yang dimaksud Najwa adalah dialog interaktif dan dinamis. "Mereka berdua merasakan bahwa sepanjang debat kita menjunjung tinggi objektivitas. Silakan cek ulang saja soal ini," ucapnya.