BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat membantah adanya isu server resmi KPU telah diretas oleh seseorang sehingga membuat hasil perhitungan sementara Pilkada Jabar berubah. "Gak ada (peretasan). Harusnya (bukti peretasan) difoto, diupload, itu mah nulis sendiri," ujar Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, menanggapi ada pesan berantai di medsos mengenai adanya peretasan situs KPU, di Bandung, Jumat (29/6/2018).

Bahkan Yayat tidak akan mempermasalahkan jika sewaktu-waktu ada seseorang yang tidak bertanggung jawab meretas server untuk mengubah hasil rekapituasi perhitungan sementara. Pasalnya hal tersebut tidak akan mempengaruhi hasil akhir. Menurut dia, yang menjadi patokan penetapan pemenang pilkada yakni berdasarkan hasil rekapitulasi manual oleh KPU Jabar. "Mau di-hack di-upload pemilihnya 100 juta, pemenangnya nomor delapan, silakan saja. Yang diketok sama saya mah bukan itu, yang berjenjang itu (manual)," katanya lagi.

Sebelumnya beredar pesan di media sosial bahwa server dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat diretas. Klaim : Pesan yang tersebar melalui media sosial sejak Kamis 28 Juni 2018 dinihari itu menyebutkan server KPU Jawa Barat 'down' diserang secara masive oleh hacker sampai overload. "...ini baru satu ada banyak ID yang masuk ke server, mereka berusaha merubah angka, dimana kodingnya belum begitu sempurna mengakibatkan datanya double dan KPU Jabar sibuk memverifikasi data. apakah ini kesalahan vendor atau ? wallahualam...," ujarnya.

Bantahan senada juga disampaikan oleh Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Bariguna. Ia menilainya wajar jika laman KPU sulit dibuka karena proses memasukkan data yang cukup banyak. "Tapi sekarang sudah normal, penghitungan sudah mencapai 56,31%," katanya.

Hasil hitung cepat sementara beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Ridwan Kamil- Uu Ruzhanul Ulum menduduki posisi pertama, posisi kedua Sudrajat-Ahmad Syaikhu, ketiga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, dan terakhir Tubagus (TB) Hasanuddin-Anton Charliyan dengan presentasi sampel masuk 100 persen.

Jadwal penetapan dan pengumuman hasil pemungutan suara pemilihan kepala daerah pada 27 Juni tersebut akan dilakukan oleh KPU pada 7-9 Juli 2018. Sebelumnya muncul pesan berantai di media sosial perpesanan yang menyatakan server KPU Jawa Barat down diserang oleh peretas hingga overload. Pesan tersebut menyebukan bahwa modus peretas dengan menghapus angka lama dan mengganti angka baru yang sudah disiapkan sesuai KTP elektronik palsu.