BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap Bupati Jepara terhadap salah satu hakim di Pengadilan Negeri Semarang terkiat hasil putusan gugutan praperadilan kasus korupsi pada tahun 2017 lalu. Kedua tersangka tersebut yakni Ahmad Marzuqi (AM dan Lasito (LAS).

Dalam penetapan status tersangka ini, Ahmad Marzuqi disangkakan sebagai pihak yang menyuap dan Lasito sendiri disangkakan sebagai pihak penerima suap tersebut. “KPK menduga LAS selaku hakim pada PN Semarang menerima hadia atau janji dari AM terkiat hasil putusan praperadilan yang dimenangkan oleh AM di PN Semarang,” kata Wakil Ketua KPK, Basari Penjahitan dalam konferensi pers bersama media di Gedung KPK, Kamis (6/12/2018).

Pemberian suap itu terkait dengan gugatan praperadilan yang diadili Lasito. Praperadilan itu diajukan Ahmad atas status tersangkanya di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. "Diduga AM selaku Bupati Jepara memberikan total dana Rp 700 juta yang diketahui di masukan ke dalam kantong ikan presto, sebelum diberikan kepada LAS" sebut Basaria.

Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, membatalkan status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada November 2017 lalu. Ahmad Marzuqi sebelumnya ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jateng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012.

Kejati Jateng menerbitkan Sprindik bernomor PRINT-840/O.3/Fd.1/06/2016, tertanggal 16 Juni 2016. Namun dalam perkembangannya, penyidik tak cukup menemukan alat bukti hingga menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Gugatan MAKI dikabulkan dan SP3 untuk Marzuqi dibatalkan.

Hakim kala itu memerintahkan penyidik untuk mendalami alat bukti yang dimaksud. Kejati Jateng pun kembali menetapkan Marzuqi sebagai tersangka dengan nomor 1092/O.3/Fd.1/07/2017 tertanggal 26 Juli 2017. Namun Marzuqi pun melayangkan permohonan praperadilan ke PN Semarang. Alhasil Hakim PN Semarang Lasito membatalkan penetapan tersangka terhadap Marzuqi tersebut.

Dalam kasus ini, Ahmad selaku terduga pemberi disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Sementara Lasito diduga sebagai penerima disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.