BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pegawai yang dianiaya saat ditugaskan mengusut indikasi tindak pidana korupsi di Hotel Borobudur pekan lalu, ditugaskan secara resmi oleh KPK. Maka,  kekerasan tersebut adalah tindak penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang bertugas.

“Mereka ditugaskan secara resmi oleh KPK setelah mendapat laporan informasi dari masyarat jika ada indikasi terjadinya tindak pidana korupsi di hotel Borobudur. Oleh sebab itu sebagai kewajiban, KPK pun menjalankan tugasnya ketika ada informasi dari masyarakat yang masuk, kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/2).

Febri juga mengungkapkan bahwa kejadian penganiyaan tersebut terjadi setelah kedua pegawai mereka kedapatan mengambil foto Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang mengikuti rapat bersama ketua DPRD Papua, Anggota DPRD Papua, Sekertaris Daerah dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerag (SKPD) terkiat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua Tahun Anggaran 2019 antara pihak pemerintah provinsi dan DPRD Papua di Hotel Borobudur.

Meskipun sudah disampaikan jika mereka adalah pegawai KPK dan mendapat tugas resmi, namun penganiyaan tersebut terus dilakukan. Oleh sebab itu, KPK menyebutkan bahwa peristiwa ini merupakaan penyerangan kepada penegak hukum yang sedang bertugas.

“Sangat kami sesalkan karena atas alasan apapun juga apalagi kalau kita baca dari beberapa pernyataan yang disampaikan pejabat di Papua itu dikatakan hanya karena persoalan mengambil foto tetapi atas alasan apapun juga sebenarnya tidak diperbolehkan seseorang melakukan tindakan main hakim sendiri. Apalagi sudah disampaikan mereka adalah penegak hukum yang sedang bertugas tetapi tindakan kekerasan dan penganiayaan tetap dilakukan beberapa orang terhadap pegawai KPK. Karena itu kami menyebut kejadian kemarin itu sebagai penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang bertugas," ungkapnya.