BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN, I Made Suprateka, Selasa (27/11/2018).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan terdakwa diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Keterangan I Made Suprateka ini untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Sekjen Partai Golkar dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham "‎Yang bersangkutan (I Made Suprateka) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Selasa (27/11).

Dalam penyidikan kasus ini, Idrus membantah telah menerima 50 ribu dolar Singapura untuk keperluan umrah dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited .

Pada persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/11), Kotjo menyampaikan uang 5 ribu dolar Singapura untuk keperluan Idrus umrah itu disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih melalui pesan singkat kepada dirinya.

KPK pun telah melimpahkan Eni dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan atau tahap dua sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan persidangan untuk Eni.
Diketahui, KPK menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo.

Suap ini diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan perusahaan Kotjo untuk turut menggarap proyek PLTU Riau-1. Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Johanes Kotjo saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara Eni sedang menunggu jadwal persidangan setelah berkasnya dilimpahkan tim penyidik KPK ke tahap penuntutan. Untuk Idrus Marham saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK.