MEDAN - Sebanyak 23 anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara hari ini Rabu (23/5/2018) diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait suap dari mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Pemeriksaan tersebut digelar di kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, mulai pukul 09:00 WIB.

Usai melakukan pemeriksaan, sebagain anggota DPR DI Sumut tersebut enggan memberikan komentarnya. Dari 23 orang anggota DPRD Sumut tersebut, 12 orang diantaranya yang enggan memberikan komentarnya yakni Samsul Bahri (Golkar), W.Sianturi (PDIP), Abu Bakar (Gerindra), Muchrid Nasution (Golkar), dan Jan Togu Dame (PDIP). Kemudian,Putri Susi Meliani Daulay (Golkar), Ridho (Gerindra), Fernando M Simanjuntak (Golkar), Sri Kumala (Golkar), Azie Karim (Gerindra), Sompang Malem Sukatendel (Golkar), dan Alamsyah Hamdani (PDIP). Sedangkan, untuk saksi lainnya yang juga ikut diperiksa oleh KPK belum diketahui identitasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada pemeriksaan Selasa (22/5/2018) terhadap 22 orang anggota DPRD Sumut, yang hadir hanya sebanyak 20 orang. Dan mereka yang dimintai keterangannya hanya 7 orang yakni HT Milwan (Demokrat), Ruben (PDIP), Satrio Yudho Wibowo (PKS), Siti Aminah (PKS), Basyir (PKS), Hempi Harahap (Golkar), dan Zulkarnain (PKS).

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan sebanyak 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dugaan tindak pidanan korupsi dengan memberi maupun menerima sejumlah hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD SUmut periode 2009-2014 dan 2014-2019. "Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data, dan mencermati fakta persidangan dalam perkara tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan dengan 38 orang anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 sebagai tersangka," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Selasa (3/4/2018). Agus mengatakan jika 38 orang tersebut diduga telah menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.