BREAKINGNEWS.CO.ID – Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna (RK) siap menjalani persidangan pertamanya sebagai terdakwa pada kasus suap penyidian sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang tahun anggaran 2011. Hal tersebut dipastikan usai tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas pemeriksaan dan bukti serta tersangka ke tahap penuntutan.

“Hari ini, proses penyidikan terhadap tersangka RK terkait kasus suap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah dinyataakan selesai. Selanjutnya penyidik juga telah melimpahkan bukti serta tersangka ke tahap penuntutan atau tahap dua untuk disidangkan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (8/2/2019).

Lebih lanjut Febri mengungkapkan bahwa Bupati Malang tersebut rencananya akan menjalani sidang pada pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta Pusat.”Terdakwa nantinya akan menjalani sidang yang akan digelar di PN TIpikor Jakarta Pusat,”ungkap Febri.

Menurut Febri, pihaknya telah memeriksa 56 orang saksi terkait kasus dugaan suap Bupati Malang nonaktif tersebut. Adapun unsur saksi itu, yakni beberapa pegawai dan mantan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang 2007-2012, asisten pribadi Bupati, dan unsur swasta lainnya.

Sementara itu, Rendra Kresna telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 11 Oktober 2018.

Dalam perkara tersebut, Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo (AM) sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Selain itu, Rendra juga telah ditetapkan sebagai tersangka menerima gratifikasi.

Dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama-sama dengan Eryk Armando Talla (EAT) dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang.