BRAEKINGNEWS.CO.ID – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK). Kali ini politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Lasito (LAS), terkiat kasus dugaan suap Hakim Pengadilan Negari (PN) Semarang.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LAS,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfrimasi di Jakarta pada Senin (7/1/2019).

KPK dalam kasus ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi yang diduga sebagai pihak penyuap dan Lasito (Hakim Pengadilan Negeri Semarang) yang diduga sebagai pihak penerima suap pada Kamis (6/12/2018).

Kasus suap ini diduga terkait putusan gugutan praperadilan kasus korupsi pada tahun 2017 lalu. Praperadilan itu diajukan Ahmad atas status tersangkanya di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Ahmad diduga menyuap Lasito dengan uang sebesar Rp700 juta untuk memenangkan gugatan praperadilan yang ditanggulangi oleh Lasito di PN Semarang. Dalam kasus tersebut, diketahui jika PN Semarang, Jawa Tengah membatalkan status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada November 2017 lalu.

Ahmad Marzuqi sebelumnya ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jateng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012.

Kejati Jateng menerbitkan Sprindik bernomor PRINT-840/O.3/Fd.1/06/2016, tertanggal 16 Juni 2016. Namun dalam perkembangannya, penyidik tak cukup menemukan alat bukti hingga menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Gugatan MAKI dikabulkan dan SP3 untuk Marzuqi dibatalkan.

Hakim kala itu memerintahkan penyidik untuk mendalami alat bukti yang dimaksud. Kejati Jateng pun kembali menetapkan Marzuqi sebagai tersangka dengan nomor 1092/O.3/Fd.1/07/2017 tertanggal 26 Juli 2017. Namun Marzuqi pun melayangkan permohonan praperadilan ke PN Semarang. Alhasil Hakim PN Semarang Lasito membatalkan penetapan tersangka terhadap Marzuqi tersebut.

Dalam kasus ini, Ahmad selaku terduga pemberi disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Sementara Lasito diduga sebagai penerima disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.