BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan bahwa terpidana kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong telah melunasi uang denda sebesar Rp 1 Milliar yang dibebankan kepadanya. Selain itu, Andi juga telah mengembalikan uang negara sebesar 1.186 miliar melalui rekening KPK.

"Terpidana telah membayarkan uang pengganti dan denda sebagai berikut, Denda Rp 1 miliar dan uang pengganti sebesar Rp 1,186 miliar," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Kamis, (11/10/2018).

"Hal ini adalah bagian dari upaya asset recovery yang dilakukan oleh KPK, khususnya dalam kasus e-KTP," Febri Diansyah menambahkan.

Pengadilan Tipikor di Jakarta Pusat memvonis Andi Narogong dengan hukuman 8 tahun penjara. Namun di tingkat banding, hukuman Andi diperberat menjadi 11 tahun penjara.

Terakhir, pada tingkat kasasi, Andi divonis 13 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Putusan kasasi itu diketok 16 September 2018 lalu oleh majelis hakim Mohamad Askin, Leopold Luhut Hutagalung dan Surya Jaya.

Selain vonis 13 tahun penjara, Andi Narogong juga diminta membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Andi juga wajib membayar uang pengganti sebesar US$ 2,15 juta dan Rp 1,186 miliar. Jumlah tersebut sudah dikurangi dengan uang ia telah kembalikan, sebesar US$ 350 ribu.

Dalam Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jika terpidana tidak membayar uang pengganti sebagaimana dimaksud dalam ayat paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara yang lamanya tidak melebihi ancaman maksimum dari pidana pokoknya sesuai dengan ketentuan dalam UU ini dan lamanya pidana tersebut sudah ditentukan dalam putusan pengadilan.