BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan membuka 400 ribu amplop milik Bowo Sidik Pangarso yang disita KPK usai politisi partai Golkar tersebut terciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar oleh tim satgas KPK di Jakarta pada Rabu (27/3/2019) malam. Uang tersebut diduga akan digunakan tersangka untuk keperluaan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilu 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.

“Kemarin kita sudah membuka sebagian ampop secara acak dan isinya bervariasi ada yang 20 ribu dan 50 ribu. Kami akan buka semuanya. Kenapa itu amplopnya kita bawa juga karena itu terkait jumlah uang yang telah diberikan baik dalam kasus yang kemarin maupun dua kasus sebelumnya. Dibawa supaya teman-teman penyidik membuka kasus ini lebih jelas," kata Agus kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

KPK telah menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Selain Bowo, dua tersangka lainnya yakni pihak swasta yang merupakan orang kepercayaan Bowo, Indung sebagai penerima suap dan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti sebagai pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah 2 dolar AS per metrik ton. Diduga telah terjadi enam kali penerimaan di sejumlah tempat sebesar Rp 221 juta dan 85.130 dollar AS.

Dalam tangkap tangan itu juga ditemukan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II.