BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo membenarkan bahwa terdakwa Eni Maulani Saragih pernah meminta uang sebesar Rp10 miliar untuk keperluan pembiayaan pilkada suaminya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tahun 2018. Namun demikian, dirinya mengaku kalau uang tersebut tidak diberikan oleh karenakan berbagai faktor teknis.

Hal tersebut diutaran Kotjo saat Jaksa Penuntu Umum (JPU) pada KPK memperlihatkan hasil sreenshoot percakapan whatsapp diantara keduannya pada sidang kasus dugaan suap proyek pengadaan pembangunan PLTU Riau-1 dengan terdakwa Idrus Marham.

“Benar kalau pada waktu itu, Ibu Eni Saragih menghubungi saya dan menyampaikan jika dia memerlukan uang sebesar Rp 10 miliar untuk keperluan Pilkada suaminya di Temanggung. Namun uang tersebut saya tidak jadi berikan, karena berbagai teknis,” kata Kotjo menjawab pertanyaan JPU di PN Tipikor, Jakarta Pusat pada Selasa (19/2/2019).

Dalam percakapan yang ditunjukan JPU tersebut, ada terlulis bahwa Eni mengatakan “kalau 10 miliarnya gak ada ya seadanya saja” menanggapi pernyataan Eni tersebut, Kotjo pun mengaku kalau dirinya hanya memberikan Eni sebesar Rp250 juta.

“Uang itu saya berikan dari uang pribadi saja melalui rekening BCA saya. Saya berikan 250juta karena saya merasa tidak enak karena belum menyanggupi permintaan uang Rp10 miliar tersebut,”Jelas Kotjo.

Selain itu, Kotjo pun menegaskan bahwa pemberian uang Rp 250jt tersebut murni untuk membantu Eni sebagai kerabat yang lagi membutuhkan pertolonganya dan tidak ada kaitannya dengan pengurusan proyek PLTU Riau 1.

Lebih lanjut Kotjo menyampaikan bahwa pemberian kepada Eni mencapai Rp4 miliar dan 750 juta yang diberikannya dalam empat tahap. Meski tak menjelaskan secara detail mengenai pemberian uang tersebut, namun kotjo memastikan uang terakhir yang diberikan kepada Eni sebesar Rp 500 juta,” uang tersebut saya berikan stelah saya sudah dipastikan memenangkan tender dari proyek tersebut.