JAKARTA – Latihan militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan, dikeluhkan Korea Utara kepada PBB. Pyongyang menggambarkan jika memburuknya situasi di Semenanjung Korea dikarenakan perlengkapan perang nuklir AS sudah dikirim untuk menyerangnya.

"Amerika Serikat telah mengamuk selama latihan perang dengan memperkenalkan peralatan perang nuklir di dan sekitar Semenanjung Korea," kata Duta Besar Korut untuk PBB Ja Song-nam dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Selasa (14/11/2017).

Tiga grup penyerang kapal induk AS sudah turut serta dalam latihan gabungan di Pasifik Barat dalam demonstrasi langka saat Presiden Donald Trump berkunjung ke Asia. Terakhir kali tiga grup penyerang kapal AS bermanuver bersama di Pasifik Barat berada di tahun 2007.

Korsel mengatakan kalau latihan gabungan tersebut, yang akan tuntas pada Selasa (14/11), sebagai tanggapan atas provokasi nuklir serta rudal Korut. Seoul juga mengatakan kalau manuver itu dilaksanakan untuk memperlihatkan perkembangan provokasi Pyongyang sanggup dihadapi dengan kemampuan yang menakjubkan.

Akan tetapi, Song-nam menuturkan kalau Washington harus dipersalahkan atas meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Ia juga menuduh Dewan Keamanan PBB sudah membiarkan latihan perang nuklir AS yang berusaha keras membawa bencana besar terhadap umat manusia.

Song-nam juga meminta Guterres untuk menarik perhatian 15 anggota DK PBB berdasarkan Pasal 99 Piagam PBB yang jarang digunakan. "Bahaya yang ditimbulkan oleh latihan perang nuklir AS, yang jelas-jelas merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional," seru Song-nam.

Ketegangan meningkat antara AS serta Korut menyusul serangkaian tes senjata oleh Pyongyang dan serangkaian pertikaian yang semakin memburuk antara Presiden Donald Trump serta pemimpin Korut Kim Jong-un.

Trump mengatakan dalam sebuah tweet pada Minggu (12/11) kalau Kim sudah mengejek dia dengan memanggilnya "tua" dan mengatakan kalau dia tidak akan pernah memanggil pemimpin Korut tersebut dengan panggilan "pendek dan gemuk".

AS sudah menyampaikan kalau semua pilihan, termasuk juga militer, berada di atas meja untuk mengatasi Korut, meskipun pilihannya merupakan untuk solusi diplomatik. Dewan Keamanan PBB sendiri dengan suara bulat sudah meningkatkan sanksi kepada Korut atas program rudal nuklir serta balistik sejak tahun 2006.

BREAKINGNEWS.CO.ID