JAKARTA - Korea Utara dilaporkan diminta Amerika Serikat untuk mengirimkan sejumlah hulu ledak nuklir, sebuah peluru kendali balistik antarbenua (ICBM) dan materi nuklir lain dalam waktu enam bulan.

Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber yang dilansir surat kabar Asahi pada Kamis (17/5). Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga dilaporkan sudah memberi tahu Kim Jong-un, saat mereka bertemu belum lama ini, bahwa pengiriman barang-barang itu akan diimbali pencoretan Korut dari daftar terorisme.

Pemimpin Korut rencananya akan bertemu Presiden Donald Trump Juni ini. Apabila saat itu Pyongyang menyepakati denuklirisasi utuh, bisa diverifikasi dan tidak bisa diubah, Washington juga mempertimbangkan untuk menjamin rezim Kim serta mengumumkannya lewat pernyataan bersama.

Korea Utara belakangan membuat realisasi rencana pertemuan Kim dengan Trump  menjadi tanya tanya, itu setelah negara tersebut mengecam latihan militer Amerika Serikat bersama Korea Selatan sebagai tindak provokasi dan membatalkan dialog tingkat tinggi dengan Seoul.

Trump mengakui kalau belum jelas apakah pertemuannya dengan Korea Utara masih tetap akan berlangsung setelah Pyongyang mengancam akan menarik diri dari rencana tersebut.

"Kita lihat nanti," kata Trump kepada wartawan di kantornya, ketika ditanya apakah pertemuan itu tetap akan dilakukan. Walau demikian, dia berkeras tak akan menarik tuntutannya membersihkan Korea Utara dari nuklir.

"Belum ada keputusan, kami belum diberi tahu sama sekali ... kami belum melihat apa-apa, kami belum mendengar apa-apa," ujarnya.

Respons terbatas Trump bertolak belakang dengan yang ia tunjukkan beberapa hari lalu, ketika ia memuji Korea Utara yang membebaskan tiga warga negara AS dari tahanannya.

Presiden Amerika juga menyambut ketiga orang itu dengan memuji Kim dan mengutarakan harapan atas pertemuan yang direncanakan digelar di Singapura.