BREAKINGNEWS.CO.ID -Hingga Senin (15/10/2018) pagi ini, berdasarkan data dari Posko Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Satgasgabpad), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala mencapai 2.091 orang.

Penemuan jasad korban pada waktu pembersihan puing-puing bangunan masih terus berlanjut walaupun pelaksanaan evakuasi sudah resmi dihentikan beberapa hari lalu.

Selain korban jiwa, petugas satgas juga mencatat sebanyak 4.612 orang korban luka-luka, korban hilang 680 orang, dan korban tertimbun 152 orang.

"Kasatgasgabpad terus melakukan pembersihan puing-puing bangunan dampak gempa dan tsunami," demikian keterangan Satgasgabpad dikutip dari siaran persnya di Jakarta, Senin pagi ini.

Satgasgabpad juga melaporkan jumlah rumah rusak akibat gempa dan tsunami Sulteng mencapai 68.451 rumah. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 78.994 orang.

Disebutkan, Satgasgabpad bidang Infrastruktur terus melakukan pembersihan, dan juga membuka akses jalan yang terisolir, seperti jalan ke Kulawi dan Balaesang Tanjung walaupun dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Adapun lokasi pemakaman massa korban jiwa berada di tiga lokasi. Yakni di Peboya sebanyak 939 mayat, Pantoloan 35 orang, Donggala 35 jenazah. Sementara korban yang dikubur di pemakaman keluarga sebanyak 1,082 jiwa.

Gempa susulan juga terus terjadi di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Hingga Sabtu (13/10/2018) tercatat ada 534 gempa susulan tapi tidak seluruhnya dirasakan.

Gempa susulan ini dihitung setelah terjadinya gempa magnitudo 7,4 di Donggala pada Jumat (28/9/2018) lalu. Gempa itu memicu munculnya tsunami di Donggala dan Palu.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan masa tanggap darurat penanganan gempa dan tsunami diperpanjang 14 hari.

Masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan dan lainnya.

Sementara, untuk korban gempa Palu mengungsi menggunakan pesawat Hercules milik TNI. Mereka menuju sejumlah kota seperti Makassar, Balikpapan, dan Jakarta.