BREAKINGNEWS.CO.ID - Perusahaan aplilasi Skipjack Technology dan Koperasi Produsen Anugerah Hijau (KOPRABUH) memperkenalkan Zetspace untuk kelompok petani tradisional yang tak terlalu akrab dengan dunia maya.  Apiikasi tersebut dimaksudkan sebagai solusi untuk fasilitas penyimpanan data seperti Cloud yang bergerak di bidang industri data.

Tak seperti aplikasi sejenis, Zetspace menggunakan data otonom darl protokol Zetanet. Sebuah, arsitektur data otonom peer-to-peer untuk menyimpan data terenkripsi pada komputer pengguna dl seluruh dunia.  "Zetaspace memungkinkan orang untuk menjadi penyedia Layanan Penyimpanan Data mereka sendiri di kenyamanan rumah mereka,"ujar Ketua Koprabuh, Johannes Walean saat peluncuran kerjasama ini di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Koprabuh memperkirakan saat ini tidak kurang dari 1 juta orang harus berjuang untuk menemukan cara lain untuk mendapatkan uang. Maka keberadaan Zetspace menjadi kian penting pada saat terjadiya krisis covid-19 atau virus corona, karena aturan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah, menjadikan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home).   

"Selama masa krisis kesehatan ini, bekerja dari rumah merupakan kemewahan yang dapat dinikmati semua orang dengan menjadi petani Zetaspace. " ujar CEO Zetaspace Jack Rahman yang juga hadir dalam peluncuran program ini.


Dengan aplikasi ini keduanya menjanjikan layanan data berkelanjutan yang bersih dan pribadi untuk semuna orang  "lni adalah data otonom yang terbaik, sejujurnya jaringan peer-to-peer di mana server yang kurang dimanfaatkan diperdagangkan," "lni lebih atau kurang Uber untuk komputer pada data otonom, jadi secara default desain menghilangkan otoritas pusat seperti Uber dan operator dan menggantinya dengan kontrak pintar dalam sistem di mana tidak ada satu entitas yang memegang kendali,"tambah Jack Rahman yang doktor matematika di salah satu universitas bergengsi di Inggris.

Layanan ZetaSpace mengenakan biaya $ 10 per terabyte per bulan atau 1 sen per gigabyte, untuk penyimpanan statis. Layanan penyimpanan Space mengklaim ketersediaan 99,97%, dan harganya kurang dari setengah harga awal penyedia penyimpanan cloud lama.

Pada tahun 2017 layanan penyimpanan Amazon AWS mengalami pemadaman masif di wilayah US-EAST-l karena kesalahan manusia, itu karena sifat vendor yang lebih terpusat. Layanan ZetaSpace toleran terhadap kesalahan karena hard drive terletak di seluruh dunia dan data disimpan dengan cara konflgurasi data yang otonom dibandingkan dengan server penyimpanan tradisional redundansi dibangun ke dalam satu skema.

“Di ketiga penyedia utama, harga-harga itu rata-rata S 22 per terabyte untuk penyimpanan statis dan Q 99 per terabyte untuk bandwidth," kata ZetaSpace dalam sebuah posting blog. "Selain itu, harga yang dikutip oleh penyedia lama seringkali tidak mencakup fitur seperti enkripsi dan redundansi multi-zona, yang datang standar dengan ZetaSpace tanpa biaya tambahan."

Kemitraan antara Skipjack dan KOPRABUH tidak hanya akan menempatkan bendera Indonesia di peta lnovasi Teknologi dalam layanan penyimpanan tetapi juga akan membantu meningkatkan perekonomian negara. Zetaspace akan menjadi layanan untuk orang-orang yang dapat membantu masyarakat.